Round-Up

Sungguh Miris, Ada yang Tega Berdoa Mengancam Paramedis

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 16 Apr 2020 06:54 WIB
Polisi Tangkap Pemilik Akun FB yang Viral Doakan Paramedis Kena Corona
Foto: dok. Polres Payakumbuh
Payakumbuh -

Di tengah dukungan untuk paramedis merawat para pasien virus Corona (COVID-19), ada doa sumbang yang ditulis seorang netizen dalam akun Facebook. Miris, netizen itu mengunggah kalimat harapan agar dokter dan perawat tertular virus yang sama.

Kalimat doa yang mengandung makna negatif itu sang netizen pun akhirnya viral dan membuat masyarakat geram. Akhirnya polisi turun tangan.

"Polres Payakumbuh telah melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana UU ITE terkait penyebaran informasi elektronik yang memiliki muatan penghinaan/pencemaran nama baik dan menimbulkan ujaran kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA," kata Kapolres Payakumbuh AKBP Donny Setiawan dalam keterangan pers, Rabu (15/4/2020).

Pelaku bernama Desmaizar alias Ade (41), warga Jorong Indo Baleh Timur, Nagari Mungo, Luhak, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat (Sumbar). Pria tersebut sehari-haru bekerja sebagai pedagang.

Donny menilai tulisan Ade bertujuan memprovokasi masyarakat agar menolak pemakaman tenaga medis yang positif Corona. Tulisan itu berbunyi 'Semoga makin bnyk Dokter dan Perawat jadi korban Corona ko,, dan smkin bnyk urg yg menolak untuak dmakam kan di bumi alloh ko,,sbb ksombongan itu pkaian setan,, bukan pkaian manusia,,,jadi kalau setan tu mati,,ndk Ado hak nyo bkubua d bumi Allah ko doh,,' di akun Facebook Nola Bundanya Asraf.

Akun Facebook tersebut milik istri Ade. Kalimat yang diunggah tersebut mendapat respons 6.600 komentar dari pengguna Facebook lainnya, dan dibagikan sebanyak 3.400 kali.

"Penghinaan dan ujaran kebencian ditujukan agar masyarakat menolak pemakaman dokter dan perawat yang terkena wabah Corona," ujar Donny.