Jaksa Tetap Yakin Pollycarpus Pembunuh Munir
Selasa, 13 Des 2005 16:15 WIB
Jakarta -
Jaksa penuntut umum (JPU) menolak pembelaan terdakwa Pollycarpus Budihari Priyanto. Polly tetap diyakini sebagai pembunuh Munir dan dituntut penjara seumur hidup."Kami memohon kepada majelis hakim untuk menolak seluruh nota pembelaan, dan menyatakan tetap pada surat tuntutan yang telah dibacakan dan diserahkan pada sidang Kamis 1 Desember lalu," kata JPU Edi Saputra.Demikian replik yang dibacakan Edi dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Selasa (13/12/2005).JPU menilai perbuatan Polly yang pergi ke Singapura untuk melakukan pengecekan dumping fuel adalah rekayasa untuk menutupi perbuatannya. Sebab, peristiwa dumping fuel di Singapura tidak ada, dan Polly tidak memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk melakukan pengecekan tersebut."Isi laporannya tidak profesional, karena diperoleh dari wawancara teknisi yang tidak diketahui namanya dan kebetulan bertemu di pesawat. Selain itu, pihak Garuda tidak menerima dan membenarkan laporan Polly tentang dumping fuel," kata Edi.Dijelaskan Edi, Polly memasukkan arsenik ke tubuh Munir saat penerbangan Jakarta-Singapura. "Polly duduk di kelas ekonomi, tempat duduk Munir yang seharusnya. Namun dia justru duduk di kelas premium No. 11C yang tidak jauh dari tempat duduk Munir di kelas bisnis," ujarnya.Setelah pertukaran tempat duduk, lanjut Edi, Polly tidak duduk, melainkan mondar-mandir di sekitar pantry. Kemudian Polly bertemu dengan Oedi Irianto yang sedang menyiapkan welcome drink berupa orange juice dan sampanye."Kesempatan itu dimanfaatkan Polly untuk memasukkan racun arsenik ke dalam gelas yang diisi orange juice. Lalu diletakkan di nampan paling depan, berjauhan dengan gelas minuman orange juice lainnya," tutur Edi.Ketua majelis hakim Cicut Sutiarso memutuskan akan melanjutkan sidang pada Rabu 14 Desember dengan agenda pembacaan duplik oleh Polly dan kuasa hukumnya.Polly usai sidang membantah tuduhan jaksa tersebut. "Tuduhannya masih lucu. Soal dumping fuel yang nggak ada itu nggak benar. Itu terjadi, makanya saya mendapat tugas untuk pengecekan," kata Polly yang mengenakan kemeja warna putih ini.
(aan/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































