Kepala Daerah Diminta Libatkan Kades Cegah Warganya Mudik Lebaran

Nurcholis Maarif - detikNews
Rabu, 15 Apr 2020 19:01 WIB
Bamsoet.
Foto: Audrey Santoso/detikcom
Jakarta -

Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong para gubernur, bupati, dan wali kota membangun sinergi cegah dan tangkal penularan COVID-19 dengan kepala desa. Sebab dua hasil survei institusi pemerintah menunjukkan sebagian besar kepala desa tidak setuju jika warganya yang bermukim di perkotaan melakukan mudik Lebaran 2020 di tengah pandemi.

"Kerja cegah dan tangkal penularan COVID-19 menjadi lebih efektif karena para kepala desa juga tidak ingin warganya yang bermukim di perkotaan melaksanakan mudik lebaran tahun 2020 ini," ujar Bamsoet, Rabu (15/4/2020).

Sebelumnya, Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi (Balilatfo) Kemendes PDTT menggelar survei dengan responden 3.931 kepala desa dari 31 provinsi.

Hasilnya, tidak kurang dari 89,75% dari semua kepala desa itu menyatakan tidak setuju jika warganya yang bermukim di perkotaan melakukan mudik Lebaran 2020 di tengah pandemi COVID-19.

Lalu hasil survei online oleh Balitbanghub Kementerian Perhubungan terhadap 42.890 responden juga menunjukan kecenderungan yang sama. Sebanyak 56% responden memutuskan tidak mudik di tengah pandemi COVID-19.

"Kecenderungan yang terbaca dari dua survei tadi sangat jelas karena menunjukan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat, termasuk warga pedesaan akan perlunya upaya bersama memutus mata rantai penularan COVID-19," ujar Bamsoet.

"Memang dalam beberapa kesempatan, masih ditemukan kasus yang memperlihatkan oknum warga kurang peduli tentang tujuan pembatasan sosial. Sepanjang periode mudik tahun ini, kasus-kasus seperti itu diperkirakan akan banyak terjadi," imbuhnya.

Untuk mencegah ekses, Ketua MPR mendorong para kepala daerah segera membangun sinergi dengan para kepala desa. Sebab aparatur desa lazimnya memiliki catatan dan data tentang warga mereka yang berada di rantau.

Selain itu, para kepala desa memiliki akses berkomunikasi langsung dengan keluarga para perantau. Dari situ, imbauan agar tidak mudik bisa diteruskan oleh keluarga para perantau.

"Pendekatan kepada para perantau pun bisa menjadi sangat humanis. Perantau hanya diminta lebih menyayangi semua kerabat dan para sahabat mereka di desa. Caranya dengan mematuhi imbauan kepala desa untuk tidak melaksanakan mudik tahun ini," pungkasnya.

(prf/ega)