Capai 80%, Digitaliasi SPBU Tetap Jalan di Tengah Pandemi COVID-19

Inkana Putri - detikNews
Rabu, 15 Apr 2020 14:00 WIB
Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar ke dalam jeriken untuk layanan pesan antar BBM Pertamina di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta, Rabu (25/3/2020). Jasa layanan pesan antar Pertamina call center 135 untuk BBM atau LPG tersebut sebagai bentuk upaya mendukung program pemerintah agar warga bekerja dari rumah guna menekan penyebaran pandemi virus corona atau COVID-19. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Jakarta -

Di tengah Pandemi COVID-19, Pertamina terus berupaya menyelesaikan program Digitalisasi SPBU dengan tetap memperhatikan protokol COVID-19. Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menyatakan, saat ini proses digitalisasi SPBU di seluruh Indonesia masih berjalan dengan tetap menerapkan protokol pencegahan COVID-19 secara ketat.

Namun, proses tersebut memang tidak dapat dilakukan secara massif seperti pada kondisi normal, demi keselamatan dan keamanan para pekerja baik internal maupun mitra. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian jadwal penyelesaian yang semula ditargetkan di pertengahan tahun ini.

"Upaya pencegahan penyebaran COVID-19 menjadi prioritas utama pada saat ini, agar bisa secepatnya berakhir sekaligus menjaga keselamatan dan keamanan para pekerja," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2020).

Fajriyah mengatakan meskipun jadwalnya akan disesuaikan dengan kondisi saat ini, proses digitalisasi SPBU di seluruh Indonesia akan terus diusahakan agar dapat selesai pada tahun ini. Proses digitalisasi SPBU hingga awal April 2020 telah mengalami kemajuan cukup signifikan.

Adapun dari total 5.518 SPBU, seluruhnya telah selesai disurvei. Selain itu, sebanyak 4.410 SPBU atau hampir 80% juga sudah dilakukan instalasi sistem IT, sedangkan Automatic Tank Gauge (ATG) sudah terpasang di 4.458 SPBU atau sebankanya 81%. Dari instalasi ini nantinya akan dilanjutkan untuk progres integrasi agar data bisa dipantau melalui dashboard.

"Program digitalisasi SPBU merupakan upaya Pertamina untuk meningkatkan layanan kepada konsumen, sehingga bisa memantau ketersediaan dan stok BBM di setiap wilayah, stok dan penjualan BBM serta transaksi di SPBU serta sekaligus dapat meningkatkan pengawasan penyaluran BBM," imbuhnya.

Fajriyah menjelaskan, dengan sistem digital, seluruh proses penyediaan BBM di SPBU terpantau dengan baik. Selain itu, data tersebut juga dapat diakses secara langsung oleh sejumlah pihak berwenang seperti Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan BPH Migas.

"Digitalasi SPBU merupakan bagian dari program digitalisasi Pertamina yang akan dilakukan dari hulu hingga ke hilir. Digitalisasi juga dilanjutkan pada TBBM, kapal pengangkut, kilang bahkan hingga sumur pengeboran," pungkasnya.

Imbas Corona di Purwakarta: Pegadaian Diserbu, Transaksi Naik 10%:

(ega/ega)