37 Puskes Satelit untuk Korban Tsunami di Aceh
Selasa, 13 Des 2005 15:20 WIB
Jakarta - Minimnya sarana kesehatan bagi warga Aceh pascatsunami tahun lalu menjadi keprihatinan lembaga internasional. 37 Pusat Kesehatan Satelit (Puskeslit) pun dibangun.Puskeslit merupakan bangunan fasilitas kesehatan seluas 108 meter persegi yang bisa dibongkar pasang dan dipindahkan.Bantuan ini diberikan oleh International Organisation for Migration (IOM) bekerjasama dengan Standard Chartered Bank yang akan disampaikan kepada korban tsunami melalui Departemen Kesehatan.Komitmen bantuan ini ditandai dengan penandatanganan MoU antara Chief Mission of IOM Steve Cook dan Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia Simon Morris, bertempat di kantor Depkes, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (13/12/2005).Menkes Siti Fadilah Supari yang hadir sebagai saksi menyatakan bantuan ini sangat dibutuhkan oleh para korban, karena banyak fasilitas kesehatan yang rusak dan tidak berfungsi. Puskeslit lebih menjadi prioritas ketimbang rumah sakit."Puskesmas banyak yang rusak, sangat mendesak untuk membangun fasilitas kesehatan bagi para pengungsi, dan IOM merespons ini. Bantuan ini akan disampaikan langsung dan tidak melalui BRR," ujar Menkes.Termasuk dalam bantuan senilai US$ 359.483 adalah pembangunan pusat latihan kesehatan di Kabupaten Nagan Raya dan program peningkatan capacity building jangka pajang untuk para ahli medis di NAD melalui kerjasama dengan Harvard Medical School, UGM, UI, dan Universitas Syah Kuala.Chief Mission of IOM Steve Cook menjelaskan, model penanganan bencana di Aceh yang dilakukan IOM bersama Depkes memilki implikasi yang besar bagi dunia. "Kami berharap bisa mereplikasi model penanganan bencana di Aceh secara global," ujarnya.
(bal/)











































