Kemenhub Beri Penjelasan soal Kapal Pesiar Misterius di Raja Ampat

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Selasa, 14 Apr 2020 19:59 WIB
Kapal pesiar
Foto: Dok. Kemenhub
Jakarta - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memberikan penjelasan seputar kapal pesiar misterius yang sempat viral melintasi kawasan wisata Raja Ampat di Papua Barat.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko mengungkapkan berdasarkan informasi yang didapatkan dari Vessel Traffic Service (VTS), kapal pesiar tersebut diketahui bernama Azamara Journey dan merupakan kapal yang hanya melakukan passing (melintas) menuju ke Pelabuhan Benoa Bali dari perairan Raja Ampat serta tidak berlabuh jangkar.

"Kapal tersebut berangkat dari Australia pada tanggal 4 April 2020 menuju ke Benoa Bali," ungkap Wisnu, dalam keterangan tertulis, Selasa(14/4/2020).

Lebih lanjut, Wisnu mengklarifikasi informasi yang tengah beredar bahwa kapal tersebut tidak mengaktifkan AIS (Automatic Identification System).

"Kapal tersebut terdeteksi oleh AIS dan kapal ini juga telah melaporkan posisinya melalui agennya PT BEN. Sampai saat ini kami belum melihat pelanggarannya, karena haluannya juga dilaporkan dan terverifikasi," jelas Wisnu.

Selain itu, Wisnu menambahkan bahwa kapal pesiar Azamara Journey telah mendapat ijin untuk masuk ke perairan Republik Indonesia melalui sistem CAIT (Clearance and Approval for Indonesia Territory) di Kementerian Luar Negeri.

"Otoritas Pemerintah setempat pun telah mengetahui informasi kedatangan kapal tersebut," imbuh Wisnu.

Adapun di Pelabuhan Benoa, kapal tersebut akan lego jangkar di kolam pelabuhan sebelum bersandar di dermaga. Nantinya, tim dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan KSOP Benoa akan memastikan kesehatan ABK kapal tersebut sesuai protokol kesehatan COVID-19 dan SE no 13 tahun 2020.

Wisnu pun juga turut meminta kerja sama semua pihak, untuk menahan diri dengan tidak menyebarkan informasi yang belum diketahui pasti kebenarannya di tengah masa pandemi COVID-19 seperti ini.

"Mari semua pihak saling menahan diri dan memastikan kebenaran informasi yang didapat sebelum menyebarluaskan ke pihak lain. Kita sama-sama bekerjasama menjaga suasana agar kondusif di tengah kondisi pandemi COVID-19," pungkas Wisnu. (prf/ega)