Buku Putih Supersemar Jenderal M Yusuf Dinantikan Publik

Buku Putih Supersemar Jenderal M Yusuf Dinantikan Publik

- detikNews
Selasa, 13 Des 2005 14:01 WIB
Jakarta - Meski banyak versi telah diterbitkan, namun peristiwa kelam pada 1965-1966 masih menjadi misteri hingga kini. Untunglah, publik masih memiliki harapan untuk mengetahui yang sejatinya terjadi. Karena itulah buku tentang Jenderal (Purn) M Yusuf saat ini sangat dinanti-nantikan.Buku tentang M Yusuf tidak akan bicara soal G30S/PKI seperti buku-buku yang belakangan ini terbit. Buku ini lebih bicara soal Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Selama ini diketahui, dengan berbekal surat sakti itulah Soeharto memegang tampuk kepemimpinan Indonesia pada Maret 1966.Buku ini sebenarnya adalah buku biografi tentang M Yusuf yang telah meninggal dunia 8 September 2004 di Makassar. Namun perjalanan hidup M Yusuf tentu tidak bisa dijauhkan dari Supersemar. Sebab selama ini almarhum diyakini sebagai saksi sejarah Supersemar. Bahkan kopi Supersemar juga disimpannya di sebuah bank.Buku ini disusun dengan serius. Bahkan timnya pun terdiri dari orang-orang hebat. Bayangkan, bertindak sebagai pelindung adalah Wapres Jusuf Kalla. Wakil Ketua MPR AM Fatwa duduk sebagai penasihat. Ketua tim adalah eks Menkeu Mar'ie Muhammad. Sedangkan sebagai anggota adalah pakar sejarah Anhar Gonggong, pengamat politik militer Salim Said dan Soemarno Dipodisastro. Sejarawan LIPI Taufik Abdullah juga disebut sebagai anggota, namun kepada detikcom, Taufik menyangkal. Sementara, Atmadji Sumarkidjo bertindak sebagai ketua tim editor.Pada tanggal 4 April 2005, Salim Said dkk telah menemui Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres. Salim Said dkk berharap buku yang mereka susun nantinya dapat mengakhiri kontroversi sejarah di seputar keluarnya Supersemar."Dalam buku yang akan kami tulis dan terbitkan segera itu, peran Jenderal M Jusuf bagi bangsa dan negara akan kami tonjolkan. Salah satu kontroversi yang ada di seputar kehidupannya adalah Supersemar. Dengan terbitnya buku ini, kami berharap dapat menyelesaikan satu kontroversi sejarah di Indonesia," ujar Salim Said kala itu. Buku itu akan menampilkan sejumlah dokumen penting yang selama ini disimpan rapat oleh M Jusuf dan belum diungkapkan ke publik akan diungkapkan sejernih-jernihnya untuk mengakhiri kontroversi seputar Supersemar.Sedangkan Anhar Gonggong menyatakan, untuk mengikis kontroversi sejarah, buku itu akan disusun dengan menampilkan fakta sejarah yang selama ini dipertanyakan masyarakat. Keluarga almarhum M Jusuf telah menyatakan kesediaan dan kemauannya untuk mengungkapkan sejumlah fakta yang selama ini tersembunyi dan belum diungkapkan kepada publik.Namun sejak menghadap Wapres Jusuf Kalla pada April lalu, tidak ada kabar perkembangan buku biografi yang sangat dinantikan ini. Salim Said saat dikontak detikcom Selasa (13/12/2005) tidak berada di tempat. Demikian juga anggota tim lainnya. Kapankah pertanyaan publik terjawab? (nrl/)


Berita Terkait