Pimpinan Komisi II Minta Seskab Audit Stafsus Presiden Andi Taufan

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Selasa, 14 Apr 2020 12:59 WIB
Arwani Thomafi
Foto: Arwani Thomafi (dok. Istimewa)
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi II DPR Arwani Thomafi mengkritik Stafsus Presiden Joko Widodo (Jokowi), Andi Taufan Garuda Putra, yang meminta para camat untuk mendukung pelaksanaan program relawan desa lawan COVID-19, lewat surat berkop Setkab. Arwani menduga Andi Taufan telah melakukan maladministrasi.

"Tindakan Stafsus Presiden tersebut secara terang benderang melanggar Pasal 20 ayat (1) Perpres 39/2018 tentang Utusan Khusus Presiden, Stafsus Presiden dan Stafsus Wapres yang berbunyi 'Staf Khusus Presiden dalam melaksanakan tugasnya wajib menerapkan prinsip kordinasi, integrasi, dan sinkronisasi yang baik dengan instansi pemerintah'," kata Arwani dalam keterangannya, Selasa (14/4/2020).

Arwani menyebut Sekretaris Kabinet sebagai pihak yang secara administratif bertanggung jawab atas keberadaan Stafsus Presiden, harus menerapkan sanksi tegas kepada penyalahguna atribut Sekertariat Kabinet di luar kewenangan. Arwani menyebut Andi Taufan telah mencoreng semangat reformasi birokrasi yang digaungkan Presiden Jokowi.

"Tindakan ini telah mencoreng spirit yang dibangun Presiden Jokowi dalam mendorong reformasi birokrasi di lingkungan Istana dan birokrasi di Indonesia. Seskab harus melakukan audit internal atas tindakan Stafsus Presiden ini, hal ini semata-mata dalam rangka mewujudkan tata kelola stafsus di bawah kendali Sekretaris Kabinet sebagaimana tertuang di Pasal 20 ayat (2) Perpres No 39/2018," tegas Arwani.

Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi 2020 Akan Terkoreksi Tajam:

Selanjutnya
Halaman
1 2