Pemkot Semarang Sumbang 2.000 APD untuk 7 RS

Yudistira Imandiar - detikNews
Senin, 13 Apr 2020 21:39 WIB
Pemkot Semarang
Foto: Pemkot Semarang
Jakarta -

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyerahkan bantuan yang terdiri dari 2.000 Alat Pelindung Diri (APD), 10 ribu masker bedah, 20 ribu sarung tangan, dan 14 safety box untuk tujuh rumah sakit di Kota Semarang. Bantuan tersebut bersumber dari dana APBD Pemerintah Kota (Pemkot Semarang) dan bantuan donatur pihak swasta.

Tujuh Rumah Sakit yang menerima bantuan APD tersebut, di antaranya Rumah Sakit KRMT Wongsonegoro, Rumah Sakit Tentara Bhakti Wira Tamtama, Rumah Sakit Bhayangkara, Rumah Sakit Panti Wilasa, Rumah Sakit Roemani, Rumah Sakit Nasional Diponegoro, dan Rumah Sakit William Booth.

"Bantuan dan pembagian ini adalah putaran pertama yang harapannya dapat dimanfaatkan terlebih dahulu sambil menunggu APD pesanan dari Dinas Kesehatan," ujar Hendi dalam keterangan resmi Pemkot Semarang, Senin (13/4/2020).

Pemkot Semarang, kata Hendi, akan terus memberikan bantuan APD dan keperluan medis untuk memenuhi kebutuhan pihak rumah sakit. Selain melakukan pemesanan di tingkat pusat, Pemkot Semarang juga memproduksi APD di Balai Latihan Kerja, pabrik garmen, dan melibatkan pengusaha fashion seperti Anne Avantie.

Di samping menyediakan bantuan medis, Hendi menjelaskan, Pemkot Semarang terus melakukan pendataan warga yang terkena dampak sosial akibat penyebaran virus COVID-19. Selain mengalokasikan bantuan 116 ribu sembako setiap bulan, Hendi juga mendorong warga masyarakat untuk dapat saling menolong dan menopang warga sekitarnya melalui program Lumbung Kelurahan.

"Kita semua adalah satu kesatuan di mana jika yang satu sakit, yang lain juga harus ikut merasakan. Melalui program Lumbung Kelurahan ini kami mengajak warga yang mampu untuk mensedekahkan dan meng-cover tetangga terdekatnya dan saling melengkapi," imbau Hendi.

Ia turut mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin mengikuti arahan pemerintah dalam hal pencegahan COVID-19. Hendi menambahkan, meskipun jumlah pasien sembuh bertambah signifikan, tapi angka peningkatan pasien positif juga masih tinggi.

"PDP yang masuk masih tinggi, PDP yang dinyatakan positif juga masih tinggi. Maka Saya meminta kepada warga Kota Semarang jangan hanya melihat angka kesembuhannya yang kemudian banyak berinteraksi di luar, tetap harus menahan diri untuk sesuatu yang tidak perlu, tetap stay at home, kalau urgent harus keluar rumah jangan lupa pakai masker," kata Hendi.

(mul/ega)