Naik Gunung-Kehujanan, Ini Perjuangan Mahasiswi Polman Demi Kuliah Online

Abdy Febriady - detikNews
Senin, 13 Apr 2020 15:17 WIB
Belajar Online
Ilustrasi Belajar Online. (Foto: Huawei)
Polewali Mandar -

Pandemi COVID-19 berimbas pada penghentian aktivitas perkuliahan tatap muka di seluruh perguruan tinggi se-Indonesia. Perkuliahan diganti dengan kuliah daring atau kuliah online.

Namun penerapan kuliah online tersebut tidak mudah dijalani bagi sebagian mahasiswa ataupun mahasiswi yang tinggal di pedalaman dan belum tersentuh jaringan internet. Seperti yang dirasakan Sukmawati Kahar (20 Tahun), mahasiswi asal Desa Ratte, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar.

Melalui video pendek yang telah beredar luas di media sosial, Sukmawati menggambarkan kondisi yang harus dijalani bersama mahasiswa lainnya di kampung halaman. Untuk mendapat jaringan, mereka harus berjalan jauh ke puncak gunung untuk mencari jaringan. Mereka bahkan terlihat harus bertahan dari hujan deras di bawah tenda darurat, demi mengikuti kuliah online.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, sekarang kita berada di Tanete Buah, di puncak Buah, tepatnya di Desa Ratte, kita datang ke sini mencari jaringan sebab kita ada kuliah online, kebetulan di rumah kami di desa Ratte itu, di kampung itu tidak ada jaringan," ujar Sukmawati dalam video, seperti dilihat, Senin (13/4/2020).

"Ini ada beberapa teman kami yang kehujanan, di atas juga ada yang kehujanan mencari jaringan, kuliah online, kasihan," sambungnya.

Sukmawati diketahui tercatat sebagai mahasiswi semester 4 Jurusan Pertanian, salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Polewali Mandar. Dalam video itu juga, terlihat aneka macam camilan menggantung di bawah tenda, yang sengaja disiapkan para mahasiswa di daerah ini, sebagai bekal saat mencari jaringan di puncak gunung.

Sukmawati dan seluruh mahasiswa di daerah ini berharap pemerintah melalui dinas terkait memberi solusi agar mereka dapat mengikuti perkuliahan online secara nyaman, tanpa harus bepergian atau meninggalkan rumah selama pandemi corona masih terjadi.

Kementerian PPPA: 58% Anak Tak Senang Belajar di Rumah:

(idn/idn)