Kementerian KLHK: Limbah Medis COVID-19 Prioritas Dimusnahkan Segera

ADVERTISEMENT

Kementerian KLHK: Limbah Medis COVID-19 Prioritas Dimusnahkan Segera

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Senin, 13 Apr 2020 11:16 WIB
Sejumlah pelaku usaha konveksi di Kota Bandung beralih produksi dari kaos distro menjadi alat pelindung diri (APD). Yuk, lihat proses pembuatannya.
Foto ilustrasi, tidak berhubungan dengan berita: Usaha konfeksi di Bandung membuat baju hazmat, APD. (Raisan Al Farisi/Antara Foto)

Tak berhenti pada titik itu, residu hasil pembakaran atau cacahan hasil autoclave harus dikemas dan dilekati simbol 'beracun' dan label limbah B3. Kemasan ini disimpan di tempat penyimpanan sementara limbah B3 lalu kemudian diberikan kepada pengelola limbah B3.

Vivien juga memaparkan limbah ini tak hanya berasal dari fasilitas layanan kesehatan. Rumah-rumah tempat dilakukan isolasi mandiri oleh Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga menghasilkan limbah infeksius.

Limbah ini harus dikumpulkan dan dikemas tersendiri dengan memakai wadah tertutup yang bertulisan 'Limbah Infeksius'. "Seperti masker, sarung tangan, tisu adalah dalam konteks darurat dikumpulkan tersendiri dan dipisahkan dari sampah rumah tangga sehari-hari," ujarnya.

Rosa Vivien RatnawatiRosa Vivien Ratnawati (Enggran Eko Budianto/detikcom)

Selanjutnya, petugas dari dinas lingkungan hidup, kebersihan, dan kesehatan melakukan pengambilan dari setiap sumber untuk diangkut ke lokasi pengumpulan sebelum diserahkan ke pengolah limbah B3. Petugas yang mengambil pun harus dilengkapi masker, sarung tangan, dan sepatu khusus.

Berdasarkan data KLHK per 9 April 2020, telah ada 110 insinerator dan 4 autoclave berizin dari KLHK yang dimiliki rumah sakit yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun, menurut Vivien, diperkirakan banyak juga alat pemusnah yang belum terdata.

"Periode darurat penanganan limbah COVID-19 ini, fasilitas insinerator atau autoclave yang ada, kita harapkan dapat dimaksimalkan pengoperasiannya oleh para pemilik alat untuk dapat membantu pemusnahan," kata Vivien.

Sementara itu, bagi daerah yang belum memiliki insinerator berizin, Vivien meminta pemerintah setempat berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memanfaatkan insinerator di daerah terdekat. "Upaya lainnya dengan melibatkan pemilik jasa pengelola limbah medis," katanya.

Pakar lingkungan Lina memberi beberapa catatan terkait limbah infeksius di rumah tangga. Menurutnya, limbah seperti masker bisa disterilkan secara mandiri sebelum dibuang. "Cukup direndam detergen atau pemutih selama sejam. Kemudian dibilas dan digunting lalu dibuang. Ini sudah aman," katanya.


(pal/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT