Kementerian KLHK: Limbah Medis COVID-19 Prioritas Dimusnahkan Segera

ADVERTISEMENT

Kementerian KLHK: Limbah Medis COVID-19 Prioritas Dimusnahkan Segera

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Senin, 13 Apr 2020 11:16 WIB
Sejumlah pelaku usaha konveksi di Kota Bandung beralih produksi dari kaos distro menjadi alat pelindung diri (APD). Yuk, lihat proses pembuatannya.
Foto ilustrasi, tidak berhubungan dengan berita: Usaha konfeksi di Bandung membuat baju hazmat, APD. (Raisan Al Farisi/Antara Foto)

Vivien menjelaskan dalam penanganan COVID-19 memerlukan sejumlah peralatan, seperti alat pelindung diri serta alat dan sampel laboratorium. Setelah benda-benda itu digunakan, statusnya jadi limbah infeksius atau masuk kategori limbah B3.

Karena penyakit COVID-19 sangat mudah proses penularannya, penanganan limbah medisnya pun butuh protokol khusus. KLHK sudah mengeluarkan Surat Menteri LHK No. 167/2020 kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta Surat Edaran Menteri LHK No. 02/2020.

"Intinya penanganan limbah medis dari COVID-19 ini adalah darurat dengan prioritas pemusnahan sesegera mungkin," ujarnya.

limbah medis di cirebonIlustrasi limbah medis di Cirebon, bukan sisa penanganan COVID-19. (Sudirman Wamad/detikcom)

"Limbah dari COVID-19 ini harus dikelola sebagai limbah B3 untuk mengendalikan, mencegah, dan memutus penularan COVID-19 serta menghindari penumpukan limbah," sambung Vivien lagi.



Terkait limbah infeksius COVID-19 pada fasilitas layanan kesehatan, Kementerian KLH memberi petunjuk agar limbah infeksius disimpan dalam kemasan tertutup paling lama dua hari sejak dihasilkan.

Fasilitas layanan kesehatan diharuskan mengangkut atau memusnahkan limbah tersebut pada pengolahan limbah B3. Pemusnahan dilakukan dengan memakai insinerator bersuhu minimal 800 derajat Celsius. Pilihan lain memakai autoclave atau wadah bertekanan tinggi untuk sterilisasi yang dilengkapi dengan pencacah.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT