Kementerian KLHK: Limbah Medis COVID-19 Prioritas Dimusnahkan Segera

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Senin, 13 Apr 2020 11:16 WIB
Sejumlah pelaku usaha konveksi di Kota Bandung beralih produksi dari kaos distro menjadi alat pelindung diri (APD). Yuk, lihat proses pembuatannya.
Foto ilustrasi, tidak berhubungan dengan berita: Usaha konfeksi di Bandung membuat baju hazmat, APD. (Raisan Al Farisi/Antara Foto)
Jakarta -

Beberapa hari lalu sejumlah alat pelindung diri (APD) berupa pakaian dekontaminasi dan sarung tangan biru bekas pakai ditemukan dalam selokan kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Limbah medis ini dibuang orang tak dikenal yang menumpang ambulans.

Berapa banyak limbah medis ini pada masa pandemi COVID-19 ini? Bagaimana pula cara pengelolaannya? Direktorat Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan saat ini telah terjadi kenaikan volume limbah.

Dirjen PSLB3 KLHK Rosa Vivien Ratnawati menyebut berdasarkan informasi dari Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi), perkiraan penambahan volume timbulan limbah sekitar 30%. "Datanya masih diupdate terus menerus selama periode penanganan darurat ini," ujarnya pada detikcom, Senin (13/4/2020).

Terkait volume timbulan limbah medis dalam masa pagebluk COVID-19 ini pakar lingkungan Lina Tri Mugi Astuti mencoba mengambil studi kasus dari data di China sebagai bahan pembanding. Di China, kapasitas pembuangan limbah medis yang semula 4.902,8 ton/hari kemudian meningkat menjadi 6.066,8 ton/hari.

"Jika volume timbulan limbah itu dikonversi ke jumlah pasien, maka rata-rata pasien COVID-19 ini bisa menyumbang sampai 14,3 kg limbah medis per hari," ujar Lina yang juga Sekretaris Jenderal Perkumpulan Ahli Lingkungan Indonesia itu pada detikcom.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3