YLKI: Pelayanan Masih Buruk,Tarif PAM Tak Usah Naik

YLKI: Pelayanan Masih Buruk,Tarif PAM Tak Usah Naik

- detikNews
Selasa, 13 Des 2005 11:12 WIB
Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menolak rencana Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya menaikkan tarifnya. Selama ini pelayanan PAM masih sangat buruk dan tarif air yang mereka pasang sudah tinggi."Kurang adil PAM selalu mengedepankan kenaikan tarif tapi tidak memperbaiki pelayanan," kata Wakil Ketua YLKI Karunia Asih Rahayu kepada detikcom, Selasa (13/12/2005).Menurut Ayu, panggilan akrab Karunia Asih Rahayu, pelayanan PAM selama ini jauh dari harapan. Suplai air sering tersendat dan kualitas air juga tak memenuhi syarat kesehatan Depkes."Syarat Menkes bahwa konsumen berhak mendapatkan akses air 24 jam sering tak terpenuhi. Di Jakarta Barat misalnya konsumen harus begadang di tengah malam untuk mendapatkan air. Di Jakarta Utara, konsumen harus membeli lagi air untuk kebutuhan memasak karena kualitas air PAM sangat jelek," papar Ayu. YLKI menilai tindakan PAM yang menaikkan tarif setiap 6 bulan sekali atas persetujuan DPRD, sangat konyol. PAM selalu beralasan merugi dan masih menanggung utang dinilai tidak tepat. YLKI tak percaya PAM selalu merugi. "Selama ini laporan keuangan kedua operator PAM tak bisa diakses publik. Masa sih rugi terus setiap tahun?" protes Ayu. Sebelum menaikkan tarif, seharusnya PAM Jaya mengumumkan hasil kajian tentang jumlah kerugiannya. Selain itu, PAM Jaya juga harus memperhatikan kemampuan daya beli masyarakat."Seharusnya melihat sikon, sekarang kan baru saja kenaikan harga BMM, semua naik, PAM tidak fair kalau ikut menaikkan tarif," jelas Ayu.Kepala Badan Regulator PAM Jaya Ahmad Lanti, Senin (12/12/2005) kemarin menyatakan awal tahun 2006 ini Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya akan menaikkan tarifnya sebesar 18 hingga 25 persen. (iy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini