Pernyataan Lengkap Pemerintah soal Kasus Corona yang Tembus Angka 4.241

Wilda Nufus - detikNews
Minggu, 12 Apr 2020 16:55 WIB
Jubir Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto
Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Virus COVID-19, Achmad Yurianto (Foto: dok. BNPB)
Saudara-saudara selamat sore...

Pada kesempatan hari ini, kami akan menyampaikan perkembangan terkini respons pandemi virus COVID-19 yang telah bersama-sama kita respon secara bergotong royong secara sistematis.

Yang pertama-tama, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Paskah bagi umat nasrani di seluruh Indonesia. Doa saudara-saudara sekalian dari rumah menguatkan kami, menguatkan para tenaga medis, menguatkan para jurnalis, menguatkan seluruh aparat keamanan, dan menguatkan kinerja seluruh gugus tugas penangan COVID-19 baik di pusat maupun di daerah. Kami akan tetap bertugas memberikan yang terbaik agar wabah ini secepatnya bisa kita kendalikan.

Saudara-saudara sekalian...

seperti yang kita ketahui, bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar di DKI telah diberlakukan sejak tanggal 10 April kemarin. Kami mengimbau untuk masyarakat yang berada di wilayah DKI, agar terus patuh dan disiplin mematuhi segala pedoman, segala aturan yang telah ditetapkan oleh Gubernur DKI. Kegiatan ini semata-mata untuk melindungi kita semua, melindungi seluruh masyarakat kita dan upaya yang lebih kuat lagi untuk memutus rantai penularan COVID-19 ini.

Kementerian Kesehatan juga sudah menyetujui permintaan dari Gubernur Provinsi Jawa Barat terkait dengan PSBB untuk wilayah Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi.

Dan Bapak Gubernur Jawa Barat pun telah menyampaikan pedoman-pedoman yang harus dipatuhi supaya penanggulangan COVID-19 lebih terintegrasi secara keseluruhan, baik antara wilayah kota Kabupaten yang berada didekat DKI khususnya yang berada di Jawa Barat.

Kemudian hari ini kami memproses juga, pengajuan PSBB untuk wilayah Provinsi Banten baik yang berada di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, maupun Kota Tangerang Selatan. Kami berharap hari ini juga sudah bisa disetujui sehingga maka kluster COVID-19 Jabodetabek bisa lebih terintegrasi, lebih bisa memudahkan kita di dalam pengendalian aspek epidemiologi nya.

Kita pahami bersama bahwa penyakit ini faktor pembawanya adalah manusia. Oleh karena itu, aktivitas manusia, harus betul-betul kita kendalikan. Pembatasan-pembatasan yang dilakukan ditujukan dalam rangka untuk mengendalikan itu, agar kontak dekat transmisi lokal, bisa kita kontrol dengan semaksimal mungkin supaya penyebaran ini bisa segera kita selesaikan bersama-sama.

Oleh karena itu, seperti yang telah disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, bahwa pasokan logistik tersedia, sarana kesehatan tersedia, jaminan sosial tersedia, transportasi diatur dengan lebih baik lagi dan bantuan langsung dipastikan sebagai bagian dari jejaring pengaman sosial, telah kita sediakan dengan baik. Inilah yang menjadi kekuatan kita untuk bergotong-royong bersama-sama menanggulangi permasalahan ini. Kegotong royongan kita diuji saat ini, kepatuhan kita dan disiplin kita diuji saat ini, kepedulian kita terhadap sesama pun juga diuji pada kali ini.

Saudara-saudara sekalian...

Beberapa kebijakan telah dilakukan dan beberapa kinerja telah kita lakukan, sampai dengan hari ini sudah lebih dari 27.000 orang yang kita periksa dengan menggunakan metode rapid, ulangi dengan metode pemeriksaan PCR real time, lebih dari 27.000 orang telah kita periksa dengan metode real time PCR. Ini menunjukkan bahwa kita memang secara serius akan mencari kasus positif yang berada di masyarakat, kasus positif terkonfirmasi, karena pada kasus inilah sumber penularan sangat mungkin terjadi.

Dan sudah lebih dari 60 laboratorium kita aktifkan dengan kapasitas yang semakin kita tingkatkan untuk memeriksa spesimen yang kita ambil dari rumah sakit - rumah sakit yang ada di seluruh Indonesia. Sudah lebih dari 7.000, ulangi sudah lebih dari 790.000 APD dengan kualitas yang terbaik, dengan kualitas medical grade yang kita distribusikan kepada seluruh tenaga medis. Oleh karena itu, penggunaan yang tepat, penggunaan yang benar, sesuai dengan SOP menjadi penting untuk perlindungan secara maksimal kepada tenaga medis di berbagai fasilitas layanan kesehatan. Kami juga sudah mengeluarkan rekomendasi terkait dengan rapid diagnostic test yang berbasis pada antibodi COVID-19 sesuai dengan edaran WHO per tanggal 7 April 2020.

Ini yang menjadikan pedoman, agar pelaksanaan rapid test antibodi bisa lebih terarah sebagai upaya untuk melaksanakan screening terhadap penderita COVID-19 yang berada di tengah masyarakat.

Sekali lagi, kami mengingatkan bahwa rapid test adalah perangkat yang kita gunakan untuk melaksanakan screening diantaranya adalah ditujukan sebagai kelengkapan untuk kontak tracing untuk kontak dekat, kasus terkonfirmasi positif. Yang kedua, ditujukan kepada tenaga kesehatan yang merawat penderita COVID-19 untuk kita bisa mendeteksi secara dini dan secara cepat kemungkinan terinfeksinya tenaga kesehatan ini karena pekerjaannya dalam rangka merawat penderita COVID-19. Kemudian yang ketiga, digunakan sebagai screening pada wilayah yang paling banyak kita temukan kasus positif yang kita bagikan di semua fasilitas kesehatan di wilayah itu, dan kemudian kita akan mencoba untuk melakukan screening terhadap setiap kunjungan fasilitas kesehatan dengan gejala-gejala yang mengarah kepada COVID-19.

Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas partisipasi masyarakat dalam mendonasikan sebagian dari anggaran dananya untuk penanganan COVID-19 ini. Tercatat sudah lebih dari Rp. 194,9 miliar yang terhimpun dan ini akan digunakan semaksimal mungkin untuk kegiatan penanggulangan COVID-19 ini.

Terima kasih masyarakat Indonesia secara keseluruhan gotong royong kita diuji, kepedulian kita diuji. Ini adalah nilai-nilai budaya utama kita. Kita telah berkali-kali bisa melewati dengan baik munculnya wabah, munculnya bencana. Oleh karena itu, mari sekali lagi keyakinan kita, bahwa gotong-royong, toleransi, kepedulian inilah yang menjadi budaya utama bangsa kita untuk menangani COVID-19 ini. Mari kita tunjukkan kepada dunia, bahwa dengan bersatu melawan COVID-19 pasti kita akan bisa selesaikan.

Kita juga meminta agar saudara-saudara sekalian, tidak begitu mudah untuk mempercayai berita, informasi yang tidak jelas asal-usulnya dan hanya berujung kepada kepanikan, ketakutan yang secara nyata ini akan berdampak pada imunitas kita di dalam menghadapi COVID-19 ini.

Oleh karena itu, setiap hari kami akan mengingatkan bahwa informasi, bahwa berita secara resmi selalu kita update dan selalu kita sampaikan ke masyarakat baik melalui portal covid-19.go.id melalui hotline 119 melalui pesan Whatsapp di COVID-19 di 08113339900 atau di Halo kemkes yang berada di 1500567 dan aplikasi aplikasi online lainnya serta layanan telemedicine yang bisa diakses oleh semua masyarakat Indonesia dari manapun. Ini menjadi penting untuk kita pahami.

Berikutnya kami akan laporkan tentang update status kasus yang kita dapatkan. Kita bersyukur bahwa sampai dengan saat ini, sudah ada lebih dari 359 orang yang sudah sembuh, di DKI ada 142 pasien yang sudah sembuh, Jawa Timur ada 68 kasus yang sudah sembuh, Sulawesi Selatan 25 Kasus yang sudah sembuh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, sudah lebih dari 19 orang yang sembuh sehingga totalnya ada 359 orang yang sudah sembuh. Ini sebuah optimisme kita bahwa COVID-19 bisa disembuhkan, bisa disembuhkan dengan baik.

Kasus positif yang kita dapatkan per hari ini, sebanyak 399 orang sehingga totalnya menjadi 4.241 orang. Kasus sembuh seperti yang sudah kami sampaikan di awal 359 orang. Kasus meninggal ada penambahan 46 orang menjadi 373 orang.

Saudara-saudara sekalian mari kita yakini bahwa penyebaran masih terjadi, ancaman kesehatan yang lain juga masih ada. Mari kita putuskan penularan dan pastikan jaga kesehatan. Lawan COVID-19, kita bisa berperan dan kita mampu berperan dengan baik. Lakukan apa yang menjadi tanggung jawab kita sekalian. Oleh karena itu, sekali lagi kami mengimbau patuhi dan disiplin untuk mencuci tangan, disiplin untuk menggunakan masker pada saat kita berada di luar rumah, disiplin menjaga jarak aman pada saat kita berkomunikasi dengan orang lain. Ini semuanya bisa kita lakukan dengan baik, manakala kita patuh dan disiplin untuk tetap di rumah. Sekali lagi patuh dan disiplin untuk tetap di rumah. Jangan melakukan perjalanan ke manapun termasuk ke kampung halaman pada kali ini. Risikonya sangat besar. Risikonya sangat besar. Bukan hanya untuk kita, tetapi juga untuk keluarga kita yang berada di kampung halaman. Oleh karena itu, mari kita lindungi saudara-saudara sekalian. Lawan COVID-19 dengan tingkatkan imunitas diri, makan bergizi, hati gembira, sabar dan tenang, istirahat cukup dan teratur dan tidak panik. Jaga jarak, pakai masker. Jangan menyentuh mata, hidung, mulut sebelum mencuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir sampai bersih. Gotong royong dan bersatu untuk melawan COVID-19 dari pusat sampai ke desa-desa sampai ke RT/RW, sampai ke keluarga kita masing-masing dan sampai kepada pribadi kita masing-masing. Ini kuncinya, kita bisa, kita mampu. Kita tunjukkan bahwa kita manpu melakukan ini. Sekian. Terima kasih. Selamat sore.

Halaman

(eva/eva)