Round-Up

Misteri Dentuman Jakarta-Bogor Dini Hari Belum Terpecahkan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 12 Apr 2020 07:12 WIB
Heboh Langit Siberia Mendadak Gelap Berjam-jam di Siang Bolong
Foto ilustrasi langit gelap. (Dok The Siberian Times)
Jakarta -

Dentuman yang terdengar oleh warga Jakarta hingga Kabupaten Bogor pada Sabtu (12/4) dini hari belum kunjung diketahui sumbernya. Dentuman dini hari itu masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.

Dentuman itu terdengar dari Jakarta hingga Kabupaten Bogor pada Sabtu (12/4) sekitar pukul 02.00 WIB hingga 03.00 WIB. Spekulasi berkembang, dentuman itu berkaitan dengan letusan Gunung Anak Krakatau. Namun spekulasi segera dibantah oleh lembaga yang menangani urusan gunung berapi.

"Saya sudah cek ke Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di dekat Pantai Carita, tidak terdengar bunyi letusan sejak kemarin malam. Karena memang letusannya relatif kecil (tinggi letusan 600-an meter dari muka air laut)," kata Kepala Bidang Gunung Api Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan, saat dihubungi detikcom, tak lama setelah dentuman-dentuman itu mereda.

Bila bukan Gunung Anak Krakatau, barangkali ada gunung yang lebih dekat dari Jakarta, yakni Gunung Salak sebagai lokasi sumber suara? PVMBG menyatakan suara itu bukan juga berasal dari Gunung Salak, juga bukan dari Gunung Gede.

"Gunung Salak dan Gunung Gede statusnya masih nornal. Tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan," kata Kepala PVMBG, Kasbani.

Vulkanolog Institut Teknologi Bandung (ITB) Mirzam Abdurrachman menganalisis, ada catatan dari luar negeri bahwa dentuman yang membingungkan pernah terjadi tiga kali pada tahun yang berbeda. Tahun 2000 sebelum kolaps kaldera Gunung Miyakejima, Jepang, tahun 2007; dentuman saat kaldera kolaps di Piton de la Fournaise yang terletak di La Reunion Island, Samudra Hindia dekat Madagaskar; dan tahun 2018 di Kepulauan Mayotte, barat Samudra Hindia.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3