BMKG Akan Lakukan Penelitian Ungkap Asal Suara Dentuman di Jakarta

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Minggu, 12 Apr 2020 06:53 WIB
Ilustrasi BMKG (Eva Safitri/detikcom)
Foto: Ilustrasi BMKG (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta -

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) akan melakukan penelitian untuk mengungkap asal suara dentuman yang terjadi di Jakarta. Penelitian berbasis saintifik diperlukan untuk mengkaji sumber suara dentuman itu.

"Saya rasa bukan hanya BMKG, namun juga lembaga-lembaga penelitian lainnya, tentu menjadi perhatian kami melakukan kajian-kajian dengan pendekatan scientifik. Sinergi antar lembaga-lembaga science diperlukan untuk kemudian bersama-sama mengkaji hal tersebut," kata Kabag Humas BMKG, Taufan Maulana kepada wartawan, Sabtu (11/4/2020) malam.

Taufan mengatakan belum ada pembicaraan meneliti asal suara dentuman lintas lembaga. Namun, dia mengatakan tetap memantau kejadian alam yang berkaitan langsung dengan BMKG.

"Pembahasan ke arah sana belum ada secara khusus, namun tentu BMKG terus melakukan pengamatan informasi meteorologi, klimatologi dan geofisika. Melakukan pengamatan dan pemantauan terus menerus 24 jam/7 hari. Sejauh ini kami masih concern terhadap itu, BMKG senantiasa memberikan updating informasi secara cepat kepada masyarakat melalui semua saluran komunikasi resmi yang ada," ujarnya.

Taufan pun mengatakan BMKG tak ingin berandai-andi soal sumber suara dentuman. Asal suara, kata Taufan, harus diteliti dan diuji secara saintifik.

"Secara science belum, masih pada konteks asumsi dan dugaan, perlu ada kajian lebih dalam mengenai hal tersebut, saya rasa demikian, sementara ini. Dan BMKG menyampaikan semua informasi berbasiskan data dan peralatan yang dimiliki," imbuhnya.

Sebelumnya, warga Jakarta hingga Bogor menjadi saksi dentuman misterius, namun belum ada yang memberi jawaban pasti terkait sumber dentuman Jumat (11/4) dini hari. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyatakan dentuman itu bukan berasal dari meteor.

"Tidak ada sumber dentuman dari langit atau dari meteor," kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, kepada detikcom, Sabtu (11/4).

(rfs/lir)