Pemprov Sumut Diminta Jemput Lagi TKI yang Sudah Dipulangkan untuk Diisolasi

Haris Fadhil - detikNews
Sabtu, 11 Apr 2020 16:40 WIB
Petugas Karantina Kemenkes memeriksa surat kesehatan kewaspadaan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia  saat tiba di Bandara Internasional Kualanamu Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Kamis (9/4/2020). Sebanyak 134 orang TKI yang terdampak lockdown atau karantina wilayah COVID-19 di Malaysia tersebut selanjutnya akan mengikuti proses karantina di bawah pengawasan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumut sebelum dipulangkan ke daerah asal mereka masing-masing. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/nz
Kedatangan TKI dari Malaysia di Bandara Kualanamu, Sumut, Foto: ANTARA FOTO/SEPTIANDA PERDANA
Jakarta -

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) diminta menjemput lagi para TKI dari Malaysia yang sudah dipulangkan ke daerah asal untuk menjalani isolasi demi mencegah penyebaran virus Corona. Para TKI itu dinilai harusnya menjalani isolasi lebih dulu baru dipulangkan ke daerah asal.

"Kalau sudah ada yang pulang, itu dipanggil ulang," kata Wakil Ketua DPRD Sumut dari Fraksi NasDem, Rahmansyah Sibarani, Sabtu (11/4/2020).

Rahmansyah mengatakan ada beberapa lokasi yang dinilainya bisa menjadi lokasi isolasi bagi para TKI dari Malaysia itu, antara lain Asrama Haji Medan dan Wisma Atlet. Dia juga menilai Pemprov punya anggaran untuk melakukan isolasi terhadap para TKI itu selama 14 hari.

"Asrama Haji belum dipakaikan, Wisma Atlet juga belum, itu saja dulu digunakan," ucapnya.

Dia mengaku khawatir warga di daerah asal para TKI itu ketakutan jika para TKI yang baru pulang belum dikarantina lebih dulu usai tiba dari Malaysia. Rahmansyah mengatakan rapid test saja tidak cukup untuk membuktikan seseorang terpapar virus Corona atau tidak.

"Kita kan ada secara nasional imbauan untuk tidak pulang kampung. Supaya masyarakat juga waspada, tidak takut, tidak ada nanti gesekan sosial kalau dia sudah 14 hari, dibuat suratnya menyatakan dia tidak ada apa-apa. Harus berani Gugus Tugas mengeluarkan surat menyatakan dia tidak apa-apa kalau sudah 14 hari. Bukan sekadar rapid test, negatif, disuruh pulang," ujar Rahmansyah.


"Kalau misalnya sakit juga dibawa ke Medan lagi. Jadi untuk apa dipulangkan ke kampungnya," sambungnya.

1 WNI Meninggal karena Corona, KJRI Jelaskan Kondisi Los Angeles: