BMKG: Erupsi Gunung Anak Krakatau Tak Picu Anomali Permukaan Laut

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Sabtu, 11 Apr 2020 10:25 WIB
Letusan Gunung Anak Krakatau, Jumat (10/4)
Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Jumat (10/4) malam. (Foto: dok. PVMBG)
Serang -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat tidak ada anomali muka air laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda. BMKG menyatakan erupsi tidak memicu gelombang tsunami.

Monitoring muka laut menggunakan Tide Gauge di Pantai Kota Agung, Pelabuhan Panjang, Binuangen, Marina Jambu tidak anomali perubahan muka laut pada pukul 21.00 WIB hingga pagi tadi pukul 06.00 WIB

Monitoring muka laut menggunakan Radar Wera di Kahai, Lampung dan Tanjung Lesung Banten juga tidak menunjukkan anomali di pukul 21.00 WIB tadi malam hingga pukul 06.00 WIB tadi pagi.



"Sehingga berdasarkan monitoring muka laut yang dilakukan BMKG menggunakan Tide Gauge dan Radar Wera menunjukkan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau tadi malam tidak memicu terjadinya tsunami," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan, Sabtu (11/4/2020).

Hasil monitoring kegempaan oleh BMKG saat erupsi pukul 21.58 WIB dan 22.35 WIB menunjukkan bahwa sensor BMKG tidak mencatat adanya aktivitas seismik. Erupsi Anak Krakatau kali ini berdasarkan catatan sensor BMKG lebih lemah dibandingkan erupsi pada 22 Desember 2018 lalu.

PVMBG: Dentuman Bukan Berasal dari Erupsi Anak Krakatau: