"Semoga dengan pemberian alat ini, bisa mempercepat para petugas peneliti dalam memproses sampel terduga positif COVID-19," ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/4/2020).
Bambang menjelang, bantuan alat laboratorium biologi molekuler itu antara lain Automated Extraction and Purification System, Refrigerated Microcentrofuge. Selain itu, ada juga qRT PCR System, CO² Incubator, dan -80C Freezer.
Dalam penyerahan bantuan ini, Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof. Amin Soebandrio mengungkapkan rasa terima kasihnya. Menurutnya, alat laboratorium tersebut sangat bermanfaat untuk memudahkan para peneliti dalam mempercepat deteksi pasien positif dan suspect COVID-19.
"Bantuan ini sangat dibutuhkan oleh tenaga peneliti agar dapat lebih maksimal dalam penanganan virus corona," kata Amin.
Dalam kesempatan itu, Amin mengatakan, masyarakat juga dapat memberikan bantuan untuk penanganan virus Corona ini. Caranya, kata dia, masyarakat dapat melakukan pencegahan dengan menjaga kesehatan di lingkungan masing-masing hingga memberi bantuan ke petugas medis yang berjuang merawat pasien COVID-19.
"Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mengurangi dampak pandemi COVID-19. Semoga wabah ini segera berlalu dan kembali kondusif," tandasnya. (azr/azr)











































