PWI Minta Wartawan Tak Meliput Tanpa Protokol Kesehatan di Tengah Corona 

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Sabtu, 11 Apr 2020 04:30 WIB
Ketua PWI Atal S Depari
Ketua PWI Atal S Depari (Foto: dok. BNPB)
Jakarta -

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) meminta para wartawan tidak melakukan peliputan selama belum memenuhi protokol kesehatan di tengah pandemi virus Corona. PWI mengingatkan protokol kesehatan itu tidak boleh diabaikan.

"Saya bangga sekali wartawan sekarang ini bisa menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi COVID-19, tapi saya mengingatkan harus mengutamakan kesehatan, mengutamakan kondisinya. Jangan sampai protokol kesehatan diabaikan," ujar Ketua Umum PWI Atal S Depari dalam keterangan resminya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha BNPB Jakarta, Jumat (10/4/2020).

Atal mengingatkan wartawan agar prosedur peliputan saat pandemic Corona tetap dijalankan. Ia berharap kegiatan peliputan yang masih mengundang wartawan dan menimbulkan kerumuman agar dihindari selama wabah ini.

"Beberapa waktu lalu, karena diundang atau apa, temen-temen wartawan masih bergerombol. Ketika kita kampanye 'social distancing' masih berkumpul, begitu juga di beberapa daerah," katanya.

Menurut Atal, ada banyak metode peliputan yang bisa dilakukan tanpa harus mengambil risiko dengan berkerumun di lapangan, misalnya melalui TV pool, streaming, telepon seluler, dan sebagainya. Ia pun meminta wartawan mengutamakan kesehatannya dalam mencari berita.

"Kami meminta temen-temen wartawan lebih mengutamakan kesehatannya. Protokol kesehatan itu intinya. Sebenarnya, banyak sekali cara meliput sekarang ini, seperti TV pool, ini sudah bagus," ujar Atal.

Selain itu, menurut informasi yang diterima Atal, perwakilan media-media asing di Indonesia pun sudah tidak menerjunkan lagi wartawannya di lapangan selama pandemi Corona. Hal itu dilakukan untuk mendukung upaya pemerintah dalam rangka memutus penyebaran virus Corona.

"Saya dengar beberapa perwakilan media di luar, misalnya AS, Inggris, perwakilannya di sini ga ada yang di lapangan. Apalagi, sampai mengejar pasien sampai rumah sakit," pungkasnya.

(azr/azr)