Warga Poso Tewas Saat Baku Tembak Aparat-KSB, Keluarga Minta Penjelasan Polisi

Mohammad Qadri - detikNews
Sabtu, 11 Apr 2020 00:55 WIB
Police line, garis polisi
Ilustrasi (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Palu -

Pihak keluarga korban penembakan di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah membantah tewasnya QA disebut karena terlibat dalam baku tembak. Sampai saat ini, pihak keluarga belum menerima kejelasan secara detail kronologis kejadian tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh pihak keluarga korban, Fitri, saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (10/4/2020) malam. Dia menyebut bahwa keponakannya banyak mengalami luka yang sangat tak wajar di tubuh almarhum.

"Sampai saat ini kita belum tahu kronologis sebenarnya, kita belum terima informasi detailnya, pihak kepolisian belum muncul. Dia meninggal bukan karena hanya tembakan, di badannya hanya ada satu tembakan yang membekas, sisanya luka sabetan pakai sangkur," tegas Fitri.

Menurutnya, almarhum lari dari rumah karena diberikan nasehat oleh pamannya agar tidak keluar rumah, mengingat mewabahnya virus Corona. Korban pergi ke rumah temannya untuk menghindari pamannya.

"Temannya datang ke rumah di Desa Tobe, Kecamatan Poso Pesisir Utara memanggil pamannya untuk menjemput almarhum Qidam Alfarisky yang lari dari rumah. Tiba di sana, Qidam lari tembus samping Polsek. Warga di situ sempat dengar suara tembakan di Polsek Poso Pesisir Utara," kata Fitri.

Korban ditemukan pihak keluarga dalam keadaan meninggal yang tak wajar. Ada banyak luka di tubuh korban.

"Kaki patah, leher patah, paha robek sampai kemaluan, leher ada luka tusuk, ini tembakan atau di aniaya? Tolong kejelasannya," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2