Penggantian Madinatul Hujjaj Bagus, Tapi Belum Matang

Info Haji

Penggantian Madinatul Hujjaj Bagus, Tapi Belum Matang

- detikNews
Selasa, 13 Des 2005 08:27 WIB
Madinah - Madinatul Hujjaj, tempat transit dan menginap jamaah haji di Jeddah sebelum bertolak menuju Jakarta dipastikan tidak dipakai lagi pada musim haji tahun ini. Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan saat kepulangan jamaah haji, pemerintah merencanakan menyewa hotel Syaihanah. Tapi, langkah ini dinilai belum matang, meski hal ini suatu terobosan yang baik. Penilaian ini disampaikan Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif di sela-sela kunjungannya ke Kantor Daerah Kerja (Daker) Madinah, Jl. Airport, Madinah, Senin (12/12/2005) waktu Arab Saudi. Zaenal mengaku sudah mendengar bahwa Syaihanah akan dipilih sebagai upaya antisipasi timbulnya masalah saat kepulangan jamaah haji lewat Jeddah. "Kami sudah meninjau ke sana. Dan kami nilai ini merupakan terobosan yang baik, tapi belum matang, tidak konsepsional," kata Zaenal yang datang bersama sejumlah anggota DPR mengatasnamakan Tim Pengawas Haji DPR. Memang, setelah Madinatul Hujjaj tidak dipakai lagi, ada beberapa hal yang memang cukup mengkhawatirkan terkait proses pemulangan haji nanti. "Bagaimana nanti kalau terjadi crowded. Apakah Syaihanah mampu menampung? Ini kan masalah. Karena itu, di tanah air nanti, hal ini akan kita sampaikan kepada Menteri Agama," tutur Zaenal. Selain itu, saat pemulangan nanti, akan ada 436 mobil untuk mengangkut para jamaah haji. "Kalau di Madinatul Hujjaj kan gampang itu parkir. Kalau nanti di Syaihanah, bagaimana soal parkir, keamanan dan lain-lain," ujar dia. Zaenal juga mengingatkan tentang peluang upaya gangguan dari kelompok-kelompok yang dirugikan atas tidak disewanya kembali Madinatul Hujjaj. "Kan bisa saja, mereka melakukan gangguan di jalan agar pemulangan tidak beres. Ini harus diwaspadai," kata dia. Sebelumnya, Kepala Teknis Unit Haji Konjen Jeddah Nur Samad Kamba menyampaikan Syaihanah akan digunakan untuk transit bagi jamaah haji Indonesia dari Madinah yang akan pulang lewat Jeddah. Sementara jamaah haji yang berasal dari Mekkah, akan langsung diberangkatkan menuju bandara Jeddah. Nur Samad optimistis cara ini bisa mengatasi persoalan yang muncul saat pemulangan nanti.Sementara Wakil Daker Madinah bidang kedatangan dan pemulangan jamaah haji, Cepi Supriatna menyatakan masalah penggantian Madinatul Hujjaj masih akan terus dibahas dengan matang. Bila tidak dikoordinasi dengan baik, Cepi juga mengkhawatirkan bila terjadi penumpukan jemaah di bandara. "Kalau setiap hari dua kloter sih gak apa-apa. Tapi, nanti kita ada hari yang pemulangannya 21 kloter. Bagaimana itu? Apalagi proses Imigrasi Arab Saudi cukup lama," ungkap dia. Karena itu, ada kemungkinan nanti di Syaihanah juga dijadikan tempat penimbangan barang dan x-ray barang barang bawaan jamaah haji. "Tapi, hal ini masih menunggu kesepakatan dengan semua unit, termasuk Garuda," kata dia. (ddn/)


Berita Terkait