Belajar di Rumah, Guru Minta Orang Tua Buat Video Kreatif Bareng Anak

Inkana Putri - detikNews
Jumat, 10 Apr 2020 17:00 WIB
Belajar di rumah
Foto: Inkana Putri
Jakarta -

Demi memutus rantai penyebaran Covid-19, pemerintah menganjurkan untuk menerapkan physical distancing dan work from home. Selain para pekerja, kebijakan pemerintah ini juga diterapkan oleh sekolah dan kampus.

Melalui Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengimbau baik sekolah ataupun perguruan tinggi untuk menerapkan kegiatan belajar mengajar dari rumah. Kegiatan ini dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi seperti Zoom dan Google Classroom.

Diberlakukannya sekolah di rumah ternyata membuat para guru harus berpikir kreatif terhadap kegiatan belajar mengajarnya. Salah satu Guru SDN Malakasari 05, Supriati mengaku mengajak orang tua murid ikut andil dalam Kegiatan Belajar Mengajar.

"Karena ngajar anak kelas 1, jadi pasti minta orang tuanya untuk ikut partisipasi. Orang tua sudah pasti bantu setiap guru kasih tugas ke murid," ujarnya saat dihubungi detikcom, Senin (06/4/2020).

Dalam pemberian tugas, supriati mengaku mengandalkan WhatsApp untuk berkomunikasi dengan para orang tua. Tak hanya itu, ia juga memanfakan sosial media ini untuk mengirim tugas ke muridnya.

"Karena tingkat SD, kita kasih tugasnya lewat WhatsApp. Semua tugas dikasih sesuai mapel (Mata Pelajaran) setiap harinya. Kita juga ada grup sama orang tua. Semuanya ada mulai dari kelas 1-6," jelasnya.

Agar belajar di rumah tetap mengasyikan, Supriati juga mengajak orang tua murid untuk ikut berpartisipasi dalam tugas anaknya. Hal ini dilakukan agar anak tetap mau belajar dan tidak bosan.

"Orang tua murid pernah ikut diajak partisipasi. Waktu kemarin ada praktek cuci tangan yang benar. Nah, kita kasih tugas murid untuk bikin video cuci tangan yang benar bersama orang tuanya. Biar lebih seru, mereka harus praktik cuci tangan yang benar pakai lagu," ungkapnya.

Untuk tugas praktik, Supriati juga menjelaskan bahwa semua tugas harus ada buktinya, yaitu dengan mengirimkan foto atau video. Nantinya, foto dan video ini akan dikirim ke Dinas Pendidikan sebagai bukti pembelajaran.

"Untuk video kalau ada praktik kayak olah raga, agama, prakarya baru bikin video. Nanti orang tua diminta untuk kirim foto hasil karya, baru nanti kita kirim lagi ke Dinas Pendidikan untuk laporan," pungkasnya.

Menurutnya kegiatan belajar mengajar di rumah memiliki tantangan tersendiri. Selain harus menghadirkan materi yang tidak membosankan, Supriati juga harus berkoordinasi dengan para orang tua murid.

Mulai 13 April TVRI Siarkan Materi Belajar dari Rumah:

(mul/mpr)