Mengajar dari Rumah, Guru Ini Ajak Siswa Pikirkan Penanganan Corona

Inkana Putri - detikNews
Jumat, 10 Apr 2020 12:34 WIB
Yulia Najeges
Foto: Inkana Putri
Jakarta -

Terkait semakin meluasnya penyebaran Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Budaya menganjurkan baik sekolah dan perguruan tinggi untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar di rumah. Selain itu, melalui Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 ini juga disampaikan dibatalkannya Ujian Nasional dan Uji Kompetensi Keahlian 2020.

Sejak diberlakukannya kegiatan belajar mengajar dari rumah, sistem belajar pun diubah menjadi sistem online. Guru PPKN SMK YP IPPI Cakung, Yulia Najeges menjelaskan dirinya menerapkan sistem belajar online dengan menggunakan aplikasi yang disarankan oleh pemerintah.

"Ya pakai yang disaranin sama Pemerinta. Banyak ada Google Classroom, WeKiddo, sama Zoom. Cuma karena ada beberapa anak yang susah kuota jadi nggak pake Zoom. Saya lebih mempermudah mereka dengan tidak menggunakan video call. Jadi Cuma pakai Google Classroom," ujarnya saat dihubungi detikcom, Senin (06/4/2020).

Guna menghindari muridnya bosan belajar di rumah, Yulia juga mengakali dengan berbagai tugas kreatif. Sehingga muridnya tidak bosan dengan belajar teori dari buku saja.

"Jadi di bikin kreatif aja lewat video sama bikin artikel. Misalnya kayak materi PPKN sekarang lagi di Sumpah Pemuda. Nah, nanti saya kasih link video ke mereka, terus tugasin mereka untuk analisis video tersebut. Atau pernah juga menyuruh mereka untuk baca artikel, jadi mereka nggak monoton tahu teori doang," jelasnya.

Terkait pandemic Corona, Yulia juga mengajarkan tentang bahaya Corona kepada muridnya. Hal ini ia lakukan agar muridnya juga tahu bahwa pandemi ini berdampak terhadap kehidupan di Indonesia.

"Ada juga sambungin pelajaran kayak anak SMK kelas 10 kan materinya tentang ancaman di Indonesia, itu dikaitkan sama Corona. Semacam apa saja sih dampaknya, apa Corona termasuk ancaman di Indonesia atau enggak. Terus mereka ditugasin buat kasih solusi terhadap hal tersebut sebagai seorang siswa," katanya.

Yulia mengaku banyak muridnya yang mengaku telah mengerti bahayanya virus Corona bagi Indonesia. Hal ini ia sampaikan usai menilai jawaban mereka.

"Kebanyakan dari mereka sih udah pada ngerti bahayanya ya. Mereka ngerti kalau Corona bahaya bagi

Indonesia dilihat dari meningkatnya angka korban Corona dan banyaknya pekerja yang di-PHK. Kalau dari solusi, karena mungkin masih siswa, jadi lebih banyak yang menjawab solusinya dengan mengikuti prosedur pemerintah buat beraktivitas di rumah, mencuci tangan, dan menjaga kesehatan," ujarnya.

Tak hanya itu, agar murid tetap terpantau selama belajar di rumah, Yulia memanfaatkan group WhatsApp dengan mengundang orang tua dan murid. Melalui grup tersebut itulah ia memantau muridnya saat belajar di rumah.

"Semua anak belajar dalam pantauan orang tua juga. Jadi orang tua harus dampingin anaknya dan dibuktikan pakai foto. Jadi ada dua grup, orang tua dan murid. Sebagai Wali Kelas, setiap guru yang kirim tugas selalu ingetin orang tua untuk dikirimkan tugasnya. Karena setiap guru wajib mengirimkan bukti pengiriman tugas dan pembelajaran lewat grup sekolah," katanya.

Yulia mengaku dengan ikut berpartisipasi dalam belajar di rumah, komunikasi dengan orang tua murid jadi semakin erat. Tak hanya itu, ia juga menjelaskan orang tua murid jadi semakin peduli dengan anaknya.

"Jadi lebih kepantau, orang tua jadi mau ikut andil. Kalau selama inikan orang tua kalau udah ngasih anaknya ke sekolah, urusan anak jadi tanggung jawab guru sama sekolah. Sekarang semua jadi lebih komunikatif. Bahkan, ada beberapa orang tua yang biasanya cuek sekarang jadi lebih peduli suka nanyain tugas terus. Ada juga yang malam-malam nanya anaknya ngirim tugas atau nggak. Jadi orang tua ikut pantau anaknya juga," pungkasnya.

Sekolah Diliburkan Gegara Corona, Ini Alternatif Belajar Gratis via Online:

(mul/ega)