Wahyu Setiawan Akui Minta Uang Rp 50 Juta untuk Ganti Biaya Pertemuan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 10 Apr 2020 00:42 WIB
Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan kembali diperiksa KPK. Kali ini ia terlihat mengenakan rompi tahanan KPK dengan tangan diborgol.
Foto Wahyu Setiawan: Ari Saputra
Jakarta -

Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengakui adanya permintaan uang Rp 50 juta kepada kader PDIP Agustiani Tio Fridelina. Wahyu mengatakan uang Rp 50 juta itu adalah uang Wahyu yang dipakai untuk bertemu dengan Wasekjen PDIP Arief Wibowo untuk membahas soal surat penetapan anggota DPR RI PAW yang sudah ditetapkan KPU.

Awalnya, jaksa KPK bertanya tentang komunikasi antara Wahyu dengan Agustiani Tio. Di mana dalam komunikasi itu Wahyu meminta uang.

"Pernah, itu tanggal 8 Januari 2020," ucap Wahyu saat bersaksi di persidangan kader PDIP Saeful Bahri, di PN Tipikor Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Wahyu mengatakan dalam komunikasi keduanya itu, Wahyu meminta uang pengganti karena Wahyu sudah mengeluarkan uang untuk pertemuan dengan beberapa anggota PDIP untuk membahas pandangan KPU terhadap surat yang diajukan DPP PDIP terkait PAW.

Pertemuan itu, kata Wahyu dihadiri, salah satunya oleh Wasekjen PDIP yang juga anggota DPR RI Arief WIbowo. Mereka bertemu di salah satu tempat, di mana Wahyu yang membiayai pertemuan itu.

"Saya sampaikan, bahwa saya melakukan pertemuan dengan beberapa orang terkait dengan sikap pandangan saya, dan pandangan KPU terhadap surat dari DPP PDIP. Dalam pertemuan tersebut, biaya (pertemuan) itu saya yang membayarnya," kata Wahyu.

"Pertemuan itu dihadiri oleh saya, Donny, Pak Arief Wibowo, kemudian Pak Slamet. Pak Slamet kenal saya dari Semarang, Pak Arief Wibowo adalah salah satu anggota DPR RI dari PDIP Perjuangan," imbuhnya.

Wahyu menjelaskan tidak ada pembahasan seputar uang dalam pertemuan itu. Dia menyebut pertemuan itu membahas soal surat keputusan yang sudah dikeluarkan KPU terkait mekanisme pergantian antarwaktu anggota DPR RI.

"Pertemuannya saya lupa di tempat apa, karena saya juga dipandu oleh Donny, tetapi kepentingan saya melakukan pertemuan itu adalah saya ingin menjelaskan kepada Arief Wibowo tentang surat yang sudah dikeluarkan oleh KPU. Karena kebetulan Pak Arief Wibowo itu juga punya pandangan yang sama dengan KPU, bahwa kalau anggota DPR itu sudah dilantik, kalau mau diganti ya menggunakan mekanisme PAW. Saya menjelaskan kepada Pak Arief Wibowo tidak bermaksud, kebetulan Pak Arief Wibowo itu adalah pengurus PDI Perjuangan, sehingga bisa menjelaskan kepada partai," tutur Wahyu.

Oleh karena itu, Wahyu mengatakan meminta uang Rp 50 juta ke Agustinus Tio. Uang itu adalah uang pengganti biaya yang yang dikeluarkan Wahyu saat pertemuan dengan anggota PDIP itu.

"Saya meminta Rp 50 juta, Pak Jaksa. Mengganti biaya-biaya yang sudah saya keluarkan pakai duit saya Pak," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2