Buruh Siap Beraksi Gegara DPR Kebut Omnibus Law di Tengah Pandemi

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 09 Apr 2020 21:05 WIB
Presiden KSPI, Said Iqbal, hadir saat KSPI memberikan keterangan pers di hadapan awak media di Jakarta, Minggu (16/2/2020).
Presiden KSPI Said Iqbal (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Buruh menolak pembahasan RUU Cipta Lapangan Kerja yang dilakukan DPR RI. Di tengah pembatasan sosial karena pandemi Corona, buruh akan berdemo di depan gedung DPR RI, 30 April nanti.

Meski ada pelarangan pengumpulan massa dalam jumlah banyak, buruh mengancam akan turun ke jalan bila pembahasan ini dilanjutkan DPR. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan omnibus law Ciptaker mengancam kesejahteraan buruh dan masa depan bangsa.

Saat ini, katanya, buruh tengah melakukan aksi secara virtual. Para buruh meminta DPR menghentikan pembahasan RUU Cipta Kerja melalui pesan WhatsApp (WA) dan SMS.

"Saat ini puluhan ribu buruh terus mengirimkan WA dan SMS kepada para pimpinan DPR RI agar menghentikan pembahasan omnibus law. Bisa jadi jumlahnya akan mencapai ratusan ribu," kata Said Iqbal.

Bila tak ada tindak lanjut dari DPR merespons aksi virtual ini, Iqbal mengancam akan menurunkan ribuan buruh untuk berdemo di depan DPR.

"Jika aspirasi ratusan ribu WA dan SMS tidak ditanggapi, maka tanggal 30 April ribuan buruh akan datang langsung untuk menyampaikan aspirasi," sambungnya.

Lebih lanjut, Iqbal menambahkan, aksi unjuk rasa tersebut akan dilakukan di depan gedung DPR RI dan Kemenko Perekonomian. Aksi tersebut juga akan dilakukan secara serentak di 20 provinsi di seluruh Indonesia.

"Tanggal 30 April, KSPI bersama buruh lainnya akan melakukan aksi unjuk rasa di DPR RI dan Kemenko Perekonomian. Aksi ini juga serentak akan dilakukan 20 provinsi di seluruh Indonesia, dengan risiko apa pun," tegasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2