Info Haji
Pemondokan di Madinah Terjauh 1,2 km dari Masjid Nabawi
Selasa, 13 Des 2005 06:33 WIB
Madinah -
Jamaah haji asal Indonesia akan terbagi-bagi dalam sejumlah pemondokan saat tiba di Kota Suci Madinah. Ada yang kebagian pemondokan di samping Masjid Nabawi, ada pula yang cukup jauh.Pemondokan terjauh yang disewa Indonesia berjarak 1.200 meter dari Masjid Nabawi. Hingga Senin(12/12/2005) pagi waktu Arab Saudi, jamaah haji Indonesia yang sudah berada di Kota Madinah sekitar 20 ribu orang. Mereka akan berada di kota Madinah selama 8-9 hari untuk melakukan ziarah dan salat arbain (salat 40 waktu berturut-turut).Hingga 29 Desember 2005 nanti, jamaah haji Indonesia akan terus masuk dan keluar kota Madinah. Jamaah yang sudah berada 8 atau 9 hari di Madinah akan diberangkatkan menuju Kota Suci Makkah. Dan mulai 29 Desember, Madinah akan dikosongkan oleh jamaah Indonesia, dan semuanya sudah berada di Makkah untuk persiapan ibadah haji.Jamaah haji yang mendapat pemondokan di dekat Masjid Nabawi tentu sangat beruntung. Selain pemondokannya yang berupa hotel berbintang, jamaah juga tidak perlu mengeluarkan energi ekstra berjalan kaki menuju Masjid Nabawi untuk melakukan salat berjamaah.Menurut Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, H Ahmad Kartono, bagi jamaah haji yang tiba di Madinah antara tanggal 8-14 Desember, kemungkinan besar akan mendapatkan hotel di sekitar Masjid Nabawi. Beberapa hotel bagus yang berada di samping Masjid Nabawi ini antara lain Taiba Residential Suites, Dar El Hejra, Dar El Taqwa Intercontinental, Dar El Sharif, Hotel Andalus, Hotel Riyadh Azzahra, dan lain-lain.Menurut Kartono, pihaknya tidak bisa menempatkan semua jamaah haji asal Indonesia di pemondokan atau hotel yang berada di dekat Masjid Nabawi. "Kita terikat dengan peraturan pemerintah Arab Saudi. Hotel-hotel di dekat masjid Nabawi kan juga dibagi rata untuk semua negara. Indonesia tidak bisa menyewa semua kamar yang ada di hotel itu," kata Kartono.Kartono menjelaskan, pemondokan terjauh yang akan ditempati jamaah haji Indonesia sejauh 1.200 meter dari masjid Nabawi. Memang, selama ini beberapa jamaah komplain terhadap perbedaan penempatan pemondokan ini."Karena ada perbedaan pemondokan, jamaah yang kebagian tempat jauh tentu komplain. Tapi, setelah kita jelaskan masalahnya, mereka juga paham," kata Kartono.Selama menginap di Madinah, jamaah haji juga akan mendapatkan jatah makan selama 2 kali sehari. Tentang kualitas pemondokan yang tidak berada di dekat Masjid Nabawi, menurut Kartono, tidak perlu dicemaskan. Sebab, semua pemondokan yang disewa pemerintah Indonesia sudah sesuai sertifikat Majmuah Arab Saudi. "Meski bukan hotel, tapi fasilitasnya mirip hotel," ungkap dia.Menurut Kartono, selama di Madinah, jumlah maksimum jamaah haji asal Indonesia sekitar 89 ribu orang. Ini terjadi, karena jamaah Indonesia datang ke Madinah secara bergantian. Jumlah jamaah haji asal Indonesia sendiri sekitar 205 ribu orang. Jumlah ini terbanyak di dunia.
(ddn/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































