Anggota Parlemen Libanon anti Suriah Tewas
Selasa, 13 Des 2005 06:16 WIB
Jakarta - Timur Tengah kembali bergejolak, anggota parlemen Libanon yang terkenal berpandangan anti Suriah yang juga seorang wartawan, Gibran Tueni, terbunuh dalam serangan bom mobil di Beirut.Ledakan bom itu begitu kencang sehingga kendaraan lapis bajanya terlempar ke jalan kecil di tepi gunung. Jenazah Tueni dan tiga orang lainnya ditemukan beberapa ratus meter dari tempat ledakan terjadi. Sedikitnya 10 orang menderita luka-luka.Mobil yang dikendarai Gibran Tueni saat itu sedang melewati daerah Mekalis di Beirut Timur yang didominasi penduduk beragama Kristen ketika tiba-tiba bom meledak.Ledakan itu terjadi selang beberapa jam sebelum anggota Dewan Keamanan PBB menerima laporan terkini tentang kematian mantan perdana menteri Libanon, Rafiq Hariri, yang diduga melibatkan Suriah.Politisi veteran Libanon Walid Jumblatt seperti dilansir BBC, Selasa (13/12/2005) menuding Suriah berada di balik pemboman terhadap redaktur pelaksana surat kabar liberal terkenal Libanon, An-Nahar itu. "Dia membuat marah rezim di Suriah. Dia sangat terbuka tentang hal itu," kata Walid Jumblatt.Namun, Suriah membantah terlibat dan mengatakan serangan sengaja dilakukan untuk merusak reputasinya menjelang pertemuan PBB. Pemerintah Suriah mengatakan dalam pernyataan yang disebarkan oleh kantor berita Suriah bahwa serangan 'sengaja diatur agar Suriah dituduh langsung'.Tueni selama beberapa bulan ini memang tidak tinggal di Libanon, dia berada di Paris karena khawatir mengenai keamanannya dan baru tiba di Libanon hari Minggu. Pria berusia 48 tahun dan ayah sepasang anak kembar ini terpilih menjadi anggota parlemen di bulan Juni.
(ddn/)











































