5 Fakta Bernie Sanders, yang Mundur dari Bursa Penantang Trump

Rosmha Widiyani - detikNews
Kamis, 09 Apr 2020 15:21 WIB
Pilpres AS : Bernie Sanders menang di Washington dan Alaska
Foto: BBC World/5 Fakta Bernie Sanders, yang Mundur dari Bursa Penantang Trump
Jakarta -

Bernie Sanders mundur dari bursa calon penantang Donald Trump sebagai Presiden Amerika berikutnya. Menurut Sanders, pencalonannya dari Partai Demokrat tidak akan berhasil dan memilih membuka jalan untuk Joe Biden.

"Wakil Presiden Joe Biden akan menjadi calon. Saya mengucapkan selamat kepada Joe Biden, seorang pria yang sangat baik dan akan saya ajak kerja sama untuk memajukan gagasan progresif kami" kata Bernie dalam siaran langsung dikutip dari AFP.

Sebelum akhirnya mundur dari bursa pencalonan Presiden, Bernie Sanders pernah menjadi Walikota Burlington, Vermont, periode 1981-1989. Berikut fakta seputar Bernie Sanders, yang sosoknya tidak asing dalam lingkaran politik Amerika

1. Bernie Sanders pernah bermasalah terkait COVID-19

Seperti dilaporkan FactCheck.org, Bernie Sanders pernah salah mengartikan atau mengklaim ucapan Presiden Trumps terkait infeksi virus corona. Dalam ucapan tersebut, Trump seolah mengatakan gejala infeksi virus corona tak perlu dikhawatirkan dan tetap harus bekerja.

Menurut situs tersebut, Trump sebenarnya menekankan poin infeksi yang kerap tidak dilaporkan karena gejala yang dirasakan bersifat ringan. Mereka memilih tidak ke dokter dan beraktivitas seperti biasa termasuk pergi kerja. Akibatnya angka kematian akibat COVID-19 mungkin lebih tinggi dengan adanya kasus yang tidak dilaporkan.

2. Bernie Sanders pernah bersaing dengan Hillary Clinton

Sebelum maju di 2020, Bernie Sanders sempat memasuki persaingan calon Presiden Amerika di 2015 melawan Hillary Clinton. Dia awalnya tidak diperhitungkan melawan Hillary yang menjadi calon utama Partai Demokrat. Namun, Bernie Sanders menarik minat pemilih dengan kebijakannya yang cenderung populis.

Isu utamanya adalah pada masalah sehari-hari masyarakat misal dukungan pada universal health care, penggunaan pajak lebih besar untuk kepentingan warga, dan pendidikan gratis di sekolah tinggi dan universitas negeri. Kebijakannya disambut antusias para pemilih muda, meski beberapa mengkritik kebijakannya karena dianggap tidak realistis. Dikutip dari Encylopedia Britannica, Bernie Sanders akhirnya mengalah pada Hillary Clinton.

3. Bernie Sanders pernah diguncang isu pelecehan seks

Bernie Sanders pernah diguncang isu pelecehan seksual saat melakukan kampanye pemilihan presiden di 2016. Isu dilaporkan beberapa staf wanita yang mengeluhkan perlakukan tidak pantas dan pelecehan seksual saat bekerja. Dikutip dari CNBC, Sanders akhirnya minta maaf dan mengunggah tulisannya di Twitter.

Sanders juga mengakui minimnya standar dan aturan keamanan selama kampanye berjalan. Namun dia mengatakan akan memperbaikinya, apalagi jika akan kembali maju di 2020. Tanpa perbaikan, skandal ini bisa menjadi salah satu hal yang mengganggu langkah Bernie Sanders di pemilihan Presiden Amerika.

4. Bernie Sanders mendukung pendataan kasus kanker

Dalam kariernya di senat, Bernie Sanders mendukung pendataan kasus kanker di Amerika atau cancer registry. Dukungan didasari rasa prihatin atas tingginya kasus kanker di Vermont. Pada 7 Februari 1992, Sanders mendukung Cancer Registries Amendment Act untuk mengumpulkan data kasus kanker.

Senator Patrick Leahy selanjutnya mengenalkan bentuk pendataan pada senat di 2 Oktober 1992. Senat kemudian meloloskan pendataan pada 6 Oktober 1992 dan ditetapkan mantan Presiden Amerika George HW Bush pada 24 Oktober 1992.

5. Bernie Sanders vs Trump, lebih tua mana?

Bernie Sanders ternyata lebih tua dibanding Trump dengan perbedaan umur mencapai lima tahun. Padahal, Trump kerap dianggap sebagai salah satu presiden Amerika tertua. Saat ini Trump yang lahir pada 1946 berusia 73 tahun, sedangkan Bernie Sanders yang lahir pada 1941 berumur 78 tahun.

Dalam profilnya, Bernie Sanders sempat kuliah di Brooklyn College sebelum pindah ke Universitas Chicago dan lulus pada 1964. Saat menjadi mahasiswa inilah, Bernie Sanders berkenalan dengan isu politik dan pemerintahan.

(row/erd)