Menag Koor dengan Kapolri Soal Sidik Jari
Selasa, 13 Des 2005 00:22 WIB
Jakarta - Menag Maftuh Basyuni senada dengan Kapolri Jenderal Pol Sutanto mengenai isu pengambilan sidikjari bagi santri dan alumni pesantren.Ia menegaskan rencana itu tidak pernah ada, namun apabila itu menjadi kenyataan maka hal itu sama saja menganggap pesantren layaknya terorisme."Itu isu dari mana, wapres hanaya mengatakan andai kata ada pengambilan sidikjari ditanggapi secara positif bukan menganjurkan jadi itu tidakbenar," kata Maftuh dengan nada tinggi usai acara Sosialisasi Penyusunan dan Penyampaian Laporan Keuangan Departemen Agama di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (12/12/2005).Maftuh mengaku tidak setuju apabila pengambilan sidik jari itu dilakukan. Maftuh malah mempertanyakan asal muasal munculnya isu tersebut. "Kapolri sudah jelas membantah hal itu, jadi jangan buat isu-isu,"ujarnya.Maftuh sepertinya enggan berkomentar mengenai isu ini, ketika ditanya mengenai peranan Depag terhadapkurikulum bagi pesantren serta penangkalan terorisme,Maftuh pun enggan berkomentar. Malah dia dengan nada tinggi balik bertanya. "Sekarang saya balik nanya, apa yang anda ketahui selama ini tentang Depag mengenai penanganan pesantren, jangan membuka-buka hal baru," tegasnya.
(ddn/)











































