Jamaah Haji Asal NTB Meninggal di Pesawat
Senin, 12 Des 2005 22:14 WIB
Madinah - Berita duka kembali datang dari jamaah haji Indonesia. Seorang jamaah, Mirip binti H Burhan (41) meninggal dunia saat berada di dalam pesawat dari Surabaya menuju Madinah, Arab Saudi. Mirip meninggal karena serangan penyakit paru dan dada (asmathicus). Mirip meninggal saat pesawat masih berada di atas wilayah Srilanka. Pesawat Saudi Arabia Airlines 010 Surabaya ini baru mendarat di Bandara Amir Muhammadbin Abdul Aziz (AMAA) sekitar pukul 05.00 Waktu Arab Saudi (WAS), Senin (12/12/2005). Begitu tiba di Bandara AMAA, jenazah Mirip kemudian dilarikan ke RS Al Ansar Madinah. "Setelah diurus tadi pagi, jenazah sudah dimakamkan di Makam Baqi selepas zuhur," kata Kepala Seksi Sanitasi dan Surveilans Daker Madinah, Tri Hernowo SKM, MKes. Data dari dokter kloter, dr Arjuna Sakti, almarhum meninggal dunia di atas pesawat sekitar pukul 01.00. Nyawa Mirip tidak bisa ditolong setelah terserangpenyakit paru-paru dan dada. "Semua urusan jenazah sudah beres dan suami almarhumah juga telah mengikhlaskan," kata Tri Hernowo. Mirip tergabung dalam kloter 10 Surabaya dengan nomor paspor 15142139. Almarhumah kelahiran Perina, 31 Desember 1964. Almarhumah beralamatkan di Barembeng Lauk, Pengenjek, Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan meninggalnya Mirip, maka jamaah haji asal Indonesia yang meninggal dunia berjumlah 3 orang.Sebelumnya, KH Ading Dardiri asal Banten dan Mantahari Harahap dari Medan telah meninggal lebih dulu. Ketiga jenazah dimakamkan di makam Baqi.
(ddn/)











































