Kisah Perawat Eko Menangis Saat Tangani Pasien Corona

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Kamis, 09 Apr 2020 09:21 WIB
Perawat Eko bersama rekannya.
Perawat Firdaus Eko (tengah) bersama rekannya. (Foto: dok. istimewa )
Pekanbaru -

Persiapan penanganan pasien COVID-19 dilakukan sejak awal Januari 2020 di RSUD Arifin Achmad (AA) Pemprov Riau di Pekanbaru, Riau. Tapi, begitu satu pasien positif terjangkit, perawat di ruangan Pinere langsung down dan menangis.

Pengalaman inilah yang disampaikan Koordinator Perawat Ruangan Pinere (isolasi pasien COVID-19) RSUD AA, Firdaus Eko, dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (9/4/2020). Awal penanganan pasien dimulai pada Maret 2020. Saat itu ada empat orang pasien yang merupakan suspect virus Corona.

"Kami semua melayani sesuai SOP yang telah ditetapkan dalam penanganan pasien COVID-19. Namun, beberapa hari kemudian, hasil uji lab empat pasien ini hasilnya negatif. Kami pun merasa lega," cerita Eko.



Memasuki pekan kedua, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) kembali ditangani tim perawat. Pelayanan terus diberikan dalam penanganan pasien tersebut. Tetap berharap agar nanti hasilnya negatif. Namun rupanya hasil uji lab terhadap empat pasien berikutnya, salah satunya dinyatakan positif.

"Saat mengetahui itu satu pasien positif virus Corona, seluruh perawat di ruangan Pinere menangis. Karena ini adalah kasus pertama yang kami tangani. Perawat semuanya down, rasa takut menghantui, karena banyak tenaga medis yang sudah meninggal karena terjangkit," kata Eko.

Walau demikian, Eko tetap memberikan semangat kepada timnya agar tetap mengikuti prosedur penangan pasien. Sepanjang prosedur dilakukan, virus dari pasien bisa dihindari.

"Yang paling rentan itu adalah saat membuka alat pelindung diri (APD). Nah, prosedur membuka APD ini harus benar-benar sesuai SOP dan penuh kehati-hatian karena APD yang kita kenakan bersentuhan langsung dengan pasien," kata Eko.

Viral! Pasien Corona Olahraga Angkat Galon Saat Isolasi:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3