Kisah Perawat Eko Menangis Saat Tangani Pasien Corona

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Kamis, 09 Apr 2020 09:21 WIB
Perawat Eko bersama rekannya.
Perawat Firdaus Eko (tengah) bersama rekannya. (Foto: dok. istimewa )


Eko memaklumi, saat hari pertama mengetahui ada satu pasien positif, timnya sempat gelisah. Semangat tetap diberikan pada semua tim yang terlibat, termasuk cleaning service di ruangan Pinere. Semuanya memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien. Penanganan pasien COVID-19 diberlakukan seperti keluarga sendiri.

"Saya selalu sampaikan, tangani pasien seperti keluarga sendiri, seperti orang tua sendiri. Insyaallah, dengan keikhlasan, semuanya bisa berjalan dengan baik dan kami selalu berdoa di setiap waktu," kata Eko.

Mengetahui pertama pasien positif terjangkit yang mematikan itu, perawat tak berani pulang ke rumah. Mereka menginap di rumah sakit, karena khawatir, jika pulang ke rumah, bisa berdampak pada keluarga mereka.



Eko juga melakukan hal yang sama. Ayah dua orang anak ini tak bisa lagi intens berinteraksi dengan anak dan istrinya. Terlebih istrinya saat ini lagi mengandung anak ketiganya. Kalaupun pulang ke rumah, tak lagi berani memeluk anaknya dan harus tetap menjaga jarak. Kini, untuk kebaikan bersama, paramedis diinapkan di hotel di Pekanbaru.

"Sebelumnya kita tidur di ruangan, sekarang, atas bantuan Gubernur Riau (Syamsuar), kami diinapkan di hotel. Alhamdulillah kini seluruh akomodasi kami ditanggung," kata Eko.

Tantangan terberat yang dihadapi sebenarnya pada pasien itu sendiri. Sebab, pasien pada umumnya pada hari pertama hingga ketiga biasanya mengalami depresi berat. Mereka seakan tidak bisa menerima kenyataan terkonfirmasi COVID-19.

Di sinilah peran perawat harus memberikan dukungan penuh kepada pasien. Sebab, dalam penanganan pasien terjangkit virus Corona ini, mereka diberi asupan gizi atau vitamin untuk imunitas tubuhnya. Jika kondisi pasien sendiri tetap down, inilah yang akan menjadi masalah terberat. Karena itu, para perawat di ruangan isolasi selalu memberikan motivasi untuk memberikan semangat kepada pasien.

"Inilah tugas kita untuk memberikan semangat kepada pasien. Kita selalu melayani apa yang mereka inginkan. Kadang ada yang minta dibawakan Al-Qur'an, ada yang minta selalu minum air panas, semuanya kita layani. Tidak boleh mereka patah semangat," kata Eko.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3