Round-up

Dampak Lain Corona: Goyang Bumi Berkurang, Langit Lebih Terang

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Apr 2020 06:40 WIB
Foto udara suasana gedung bertingkat di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Jumat (3/4/2020). Memasuki minggu ketiga imbauan kerja dari rumah atau work from home (WFH), kualitas udara di Jakarta terus membaik seiring dengan minimnya aktivitas di Ibu Kota. Berdasarkan data dari situs pemantauan udara AirVisual.com pada Kamis 3 April pada pukul 12.00 WIB, Jakarta tercatat sebagai kota dengan indeks kualitas udara di angka 55 atau masuk dalam kategori sedang.
Potret langit Kota Jakarta di tengah masa pandemi virus corona COVID-19. (Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta -

Pandemi virus corona (COVID-19) banyak mengakibatkan dampak negatif, terutama angka kematian. Selain dampak negatif, ada 'dampak' lainnya seperti langit yang terlihat terang hingga getaran pada kerak bumi menurun.

Pembatasan yang diberlakukan untuk melawan COVID-19 di sejumlah negara menyebabkan semakin sedikit orang yang bepergian dengan mobil dan kereta api. Pabrik-pabrik juga berhenti beroperasi.

Ketika miliaran orang melakukan hal itu, cara planet kita bergerak juga berubah. Bahkan, faktanya, getaran pada kerak bumi menurun.

Hal ini diungkapkan oleh para ilmuwan di Royal Observatory of Belgium adalah yang pertama memperhatikan penurunan tersebut.

Dia mengatakan bahwa "gerakan tanah pada frekuensi 1-20 Hz [lebih dalam daripada suara bass ganda, mirip dengan organ besar] jauh lebih rendah sejak pemerintah-pemerintah melakukan pembatasan pergerakan masyarakat'.

Perubahan juga disadari di berbagai tempat lain di seluruh dunia. Ahli gempa di Nepal melihat penurunan aktivitas, seorang pekerja di Paris Institute of Earth Physics mengatakan pengurangan pergerakan di ibu kota Prancis itu "dramatis", dan sebuah penelitian di universitas Cal Tech di AS menggambarkan penurunan di Los Angeles sebagai "sangat liar".

Selanjutnya
Halaman
1 2