Terima Surat Klarifikasi dari Said Didu, Menko Luhut Tetap Tempuh Jalur Hukum

Kadek Luxiana - detikNews
Rabu, 08 Apr 2020 22:08 WIB
Luhut Binsar Panjaitan adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI.
Menko Maritim dan Investasi (Menko Marvest) Luhut Binsar Pandjaitan (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu telah mengklarifikasi maksud dari video bertajuk 'Luhut: Uang, Uang dan Uang' ke Menko Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvest) Luhut Binsar Pandjaitan melalui surat. Meski begitu, Luhut tetap melanjutkan kasus ini ke jalur hukum.

Juru Bicara Luhut, Jodi Mahardi, mengatakan surat tersebut sudah diterima dan dibaca. Namun tidak ada respons dari Luhut dan tetap ingin melanjutkan perkara itu lewat jalur hukum.

"Pak Luhut sudah baca (surat Said Didu). Tidak ada komentar apa-apa. Saya tanyakan apakah dilanjutin proses hukumnya, jawabnya, 'iya'," kata Jodi melalui pesan singkat kepada detikcom, Rabu (8/4/2020).

"Mungkin memang kita rada-rada dungu kalau pinjam istilah Pak Said Didu. Nggak paham suratnya itu, apakah minta maaf atau apa," lanjutnya.

Lebih lanjut, Jodi menampik anggapan bahwa Luhut antikritik dan otoriter. Luhut, menurutnya, sudah memberi kesempatan kepada Said Didu untuk meminta maaf.

"Pak Luhut kalau dibilang antikritik atau otoriter tidak benarlah, orang dikasih kesempatan minta maaf kok," tuturnya.

Sebelumnya pada 27 Maret lalu, Said mengunggah sebuah video bertajuk 'MSD: LUHUT HANYA PIKIRKAN UANG, UANG, DAN UANG'. Video berdurasi 22 menit 44 detik tersebut ditanggapi oleh pihak Luhut Binsar Pandjaitan, yang dalam hal ini diwakilkan oleh Jubir Kemenko Marves, Jodi Mahardi, yang meminta Said Didu minta maaf. Jika dalam 2x24 jam tidak ada permintaan maaf, sebut Jodi, pihaknya akan menempuh jalur hukum.

"Bila dalam 2x24 jam tidak minta maaf, kami akan menempuh jalur hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku," kata juru bicara Menko Luhut, Jodi Mahardi, lewat keterangan pers tertulis kepada wartawan, Jumat (3/4).

Said Didu kemudian mengklarifikasi bahwa pernyataan 'Luhut Hanya Pikirkan Uang, Uang dan Uang' merupakan bentuk kritik yang ditujukan untuk Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan selama mengatasi virus Corona. Melalui analisisnya, ia menilai Luhut lebih mengutamakan kebijakan penyelamatan di bidang investasi.

"Pernyataan saya yang menyatakan bahwa Luhut hanya memikirkan uang, uang, dan uang merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan dari seluruh analisis tersebut. Bahwa Menko Kemaritiman dan Investasi Bapak Luhut B. Panjaitan lebih mengutamakan kebijakan penyelamatan investasi yang mungkin merupakan pelaksanaan tugas bapak," sambungnya.

(eva/eva)