RS Unud Khusus Pasien Corona sudah Beroperasi Bertahap, Ini Kapasitasnya

Angga Riza - detikNews
Rabu, 08 Apr 2020 20:27 WIB
Petugas medis beraktivitas di Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri Universitas Udayana, Jimbaran, Badung, Bali, Selasa (7/4/2020). Rumah Sakit Universitas Udayana resmi beroperasi menjadi rumah sakit khusus untuk penanganan COVID-19 atau virus Corona di wilayah Provinsi Bali. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc.
Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri Universitas Udayana (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Denpasar -

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan Rumah Sakit Universitas Udayana (Unud) sudah beroperasi secara bertahap. RS milik perguruan tinggi negeri (PTN) ini akan jadi pusat penanganan pasien virus Corona (COVID-19) di Bali.

"Pemprov Bali telah menyiapkan RS PTN Unud sebagai pusat penanganan COVID-19 dan sudah beroperasi mulai tanggal 7 April 2020 kemarin secara bertahap dan sekarang ditingkatkan persiapannya supaya bisa menampung kapasitas lebih besar," kata I Wayan Koster kepada wartawan, Rabu (8/4/2020).

Dia mengatakan saat ini ada 9 kamar yang sudah siap dipakai untuk merawat pasien positif COVID-19. Jumlahnya akan bertambah.

"Jumlah kamar yang sudah siap merawat pasien positif sebanyak 9 kamar ditambah lagi kamar yang sedang dipersiapan sebanyak 40 kamar dengan 65 tempat tidur," jelas Koster.

Gubernur Bali I Wayan Koster (dok. Pemprov Bali)Gubernur Bali I Wayan Koster (dok. Pemprov Bali)

Sementara itu, khusus untuk pasien dalam pengawasan (PDP) ada sebanyak 32 kamar yang dipersiapkan. Tiap kamar akan akan diisi 1 tempat tidur atau ditempati 1 pasien agar pengawasan lebih ketat.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali juga menyiapkan tenaga dokter spesialis, dokter umum, dan tenaga perawat. Dia mengatakan biaya operasional RS Unud ditanggung Pemprov Bali.

"Kemudian juga disiapkan dokter spesialis dokter umum dan perawat sesuai dengan kebutuhan. Penanganan COVID-19 di RS PTN Unud didanai oleh APBD Semesta berencana Provinsi Bali tahun 2020 yang telah disiapkan dan saya kira dalam waktu dekat akan bisa beroperasi penuh," ujar Koster.

"Dengan mulainya berfungsi RS PTN Unud maka pengawasan PDP dan pasien positif COVID-19 yang baru tidak lagi dirawat di RS kabupaten/kota agar penyebaran COVID-19 semakin terkendali. Sedangkan pasien yang berat akan dirawat di RS Sanglah. Jadi dengan demikian penyebaran COVID-19 dapat kita lokalisir dan tidak dapat menyebar ke sejumlah daerah supaya tidak menjadi beban bupati/wali kota di Bali," tambah Koster.

(jbr/jbr)