Tahun 2005, Pasien DBD Di Solo Meningkat Lebih dari 50%
Senin, 12 Des 2005 19:11 WIB
Solo - Sepanjang tahun 2005, RSUD Dr Muwardi menerima dan merawat 204 pasien demam berdarah (DBD), delapan diantaranya meninggal dunia. Angka tersebut meningkat 50 persen lebih dari pasien yang diterima pada tahun 2004 yang 'hanya' sebesar 130 pasien dengan sembilan orang meninggal.Data rumah sakit menyebutkan, dari 204 pasien DBD yang dirawat di RSUD Dr Muwardi itu hanya 16 pasien yang berusia dewasa, selebihnya adalah anak-anak. Sebagian besar pasien berasal dari Kota Solo, disusul daerah-daerah lain di sekitarnya."Pasien dari Kota Solo ada 109 orang. Kondisi pasien ketika datang cukup beragam. Ada yang masih ringan hingga maupun sudah keadaan shock berat," kata dr Rustam Siregar Sp.A, Ketua Tim Penanggulangan Penderita Demam Berdarah RSUD Dr Muwardi, Solo, kepada wartawan, Senin (12/12/2005).Pasien meninggal dunia disebabkan karena terlambat dalam penanganan. Itu disebabkan ketika pasien datang sudah keadaan shock atau derajat tiga. "Padahal pasien DBD tidak boleh dalam kondisi shock lebih dari tiga jam. Delapan pasien meninggal, dua berusia 22 dan 24 tahun, enam usia balita," lanjutnya.Wakil Direktur RSUD Dr Muwardi Solo dr Tri Lastiti menyatakan dengan angka pasien sebesar itu maka terjadi peningkatan jumlah pasien deman berdarah cukup drastis yang ditangani rumah sakitnya. Pada tahun 2004, pasien DBD yang ditangani RSUD Solo tercatat 130 pasien, sembilan meninggal. Tri mengatakan, jumlah penderita DBD tertinggi pada tahun 2005 ini terjadi pada bulan Agustus sebanyak 35 orang dan pada bulan September sebanyak 23 orang.
(ddn/)











































