Menag: Darurat Corona, Jenazah Umat Kristen Paling Lama Disemayamkan Sehari

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Rabu, 08 Apr 2020 16:49 WIB
Hotel Jenazah di Jepang
Ilustrasi jenazah (Thomas Peter/Reuters)
Jakarta -

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi meminta jenazah umat kristiani yang meninggal bukan karena Corona tidak disemayamkan terlalu lama untuk menghindari kerumunan di tengah masa darurat wabah virus Corona. Fachrul mengatakan jenazah disemayamkan paling lama 1 hari.

"Dalam kondisi darurat COVID-19, bagi umat kristiani yang meninggal bukan karena COVID-19 yang semula disemayamkan beberapa hari, diimbau paling lama 1 hari untuk menghindari pertemuan dan kerumunan banyak umat," kata Fachrul dalam rapat virtual bersama Komisi VIII DPR, Rabu (8/4/2020).

Terkait pengurusan jenazah yang meninggal karena Corona, Fachrul menyebut Kemenag telah mengeluarkan kebijakan pengurusan dan penguburan jenazah untuk semua agama di Indonesia. Menurutnya, kebijakan itu dibuat untuk membantu petugas mengurus pasien Corona yang meninggal dunia.

"Kementerian Agama telah mengeluarkan kebijakan dan imbauan untuk pengurusan jenazah secara Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha, termasuk penguburan dan hal-hal lain terkait penyelenggaraan jenazah, yang mengedepankan kepatuhan pada otoritas kesehatan setempat, prosedur kesehatan dan mematuhi keputusan atau imbauan majelis-majelis agama dan lembaga umat beragama, seperti MUI," ujar Fachrul.

"Ini dimaksudkan sebagai upaya untuk membantu petugas kesehatan dalam mengurus pasien COVID-19 yang meninggal dunia," imbuhnya.

Karena itulah, Fachrul berharap tak ada lagi perbedaan pendapat dan penolakan jenazah yang meninggal karena Corona. Fachrul meminta tidak ada lagi penolakan terhadap jenazah COVID-19.

"Diharapkan tidak ada lagi perbedaan pendapat dan bahkan penolakan warga dalam penyelenggaraan jenazah COVID-19. Kami mengimbau jangan tolak jenazah COVID-19," ujar Fachrul.

Kupas Tuntas Nasib Jenazah Positif Corona:

(azr/hri)