Ketua MPR Ingatkan Resesi Ekonomi Akibat Pandemi COVID-19

Nurcholis Maarif - detikNews
Rabu, 08 Apr 2020 16:36 WIB
Bambang Soesatyo
Foto: Dokumen 20detik
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan semua pihak bahwa pandemi virus Corona (COVID-19) barulah awal krisis. Sebab setelahnya akan berlanjut dengan resesi ekonomi. Dua bencana ini tak terelakan dan mau tak mau harus dihadapi.

"Ketika bencana kemanusiaan akibat pandemi global Virus Corona belum lagi berakhir, Indonesia dan komunitas global kini telah dihadang resesi ekonomi," ujar Bamsoet di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

"Jumat pekan lalu IMF menegaskan bahwa perekonomian global sudah memasuki tahap resesi. Sebab seperti halnya di Indonesia, hampir semua negara menghentikan sebagian aktivitas perekonomian," imbuhnya.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan, dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (6/4/2020), Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengemukakan skenario terburuk perekonomian nasional akibat wabah COVID-19.

Perekonomian nasional hanya bisa tumbuh 2,3%, dari prediksi awal tahun 2020 yang 5%. Baik investasi maupun ekspor tumbuh negatif.

"Kalau selama ini hanya pemerintah yang menyuarakan kecemasan pada resesi ekonomi, kini semua dipanggil untuk peduli. Indonesia harus menemukan jalan keluar yang bisa meminimalisir ekses resesi ekonomi," tegas Bamsoet.

Karenanya, Bamsoet mendorong pemerintah dan semua kekuatan sektor swasta bersinergi mewaspadai resesi ekonomi. Sambil tetap berfokus pada kerja merespons dampak wabah virus Corona, kepedulian dan respons bersama pada resesi ekonomi pun harus dimulai.

"Bencana beruntun ini akan bisa dilalui jika semua elemen masyarakat Indonesia lebih mengedepankan kehendak baik menjaga kondusivitas. Sebab, kondusivitas menjadi kata kunci yang memampukan bangsa ini mengelola rangkaian masalah akibat wabah virus Corona dan resesi ekonomi," tandas Bamsoet.

Mantan Ketua DPR RI ini menilai pemerintah sudah cukup tanggap dalam menghadapi resesi. Pemerintah telah berencana menerbitkan obligasi khusus, yang hasilnya akan disalurkan untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar tetap mampu bertahan dan menciptakan lapangan kerja.

Jumlah UMKM mencapai 62,9 juta unit usaha dan mampu menyerap lebih dari 100 juta tenaga kerja.

"Selain itu, Presiden Joko Wiodo berjanji menyelenggarakan program padat karya tunai untuk memberi penghasilan sementara bagi pekerja harian yang kehilangan pendapatan akibat pandemi COVID-19. Akan ada beragam program padat karya, termasuk memproduksi masker, disinfektan, dan berbagai keperluan untuk menangani wabah Covid-19," urai Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menegaskan, jika pemerintah telah berinisiatif, sektor swasta pun diharapkan kreatif dan berani berinisiatif pula.

Kadin dan semua asosiasi pengusaha diharapkan segera merumuskan proposal tentang strategi menghadapi resesi ekonomi di sektor bisnisnya masing-masing.

"Ketika pemerintah masih disibukan oleh kerja merespons wabah Corona, Kadin dan semua asosiasi pebisnis setidaknya mau pro aktif berkomunikasi dengan pemerintah," ujar Bamsoet.

"Misalnya, pemerintah tentu ingin tahu jalan keluar apa yang ada di benak para pemilik hotel dan pengelola obyek wisata untuk memulihkan sektor pariwisata. Butuh kebersamaan seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk bisa mengatasi pandemi Corona dan resesi ekonomi tersebut," pungkas Bamsoet.

Apa Saja yang Dilarang dan Tidak Selama PSBB?:

(ega/ega)