Ini Saran Dirut RS Persahabatan ke RS Rujukan Cegah Pasien Corona Menumpuk

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Rabu, 08 Apr 2020 14:50 WIB
RSUP Persahabatan jadi salah satu rumah sakit yang disiapkan untuk tangani pasien terinfeksi virus corona. Ruangan khusus pun disiapkan di rumah sakit tersebut.
Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Jakarta -

RS Persahabatan setiap hari didatangi 60-80 pasien rujukan terkait virus Corona (COVID-19). Dirut RS Persahabatan Rita Rogayah menyarankan seluruh RS rujukan memilah-milah pasien yang harus dirawat dan yang tidak agar tidak terjadi penumpukan.

"Pengalaman kami di RSUP Persahabatan saat ini, kami mendapat rujukan dalam satu hari kurang-lebih sekitar 60-80 pasien. Sehingga, kami harus menata kasus-kasus bagaimana yang bisa kami terima untuk bisa kami lakukan penatalaksanaan sesuai kasusnya," kata Rita lewat tayangan YouTube BNPB, Rabu (8/4/2020).

Rita memberlakukan prosedur triase dalam penanganan pasien Corona. Dari kasus-kasus rujukan yang ada, RS Persahabatan dapat menangani 12-15 persennya saja.

"Dari rujukan tersebut maka kami membagi menjadi kasus ringan, sedang, dan berat. Kasus ringan sekitar 30-40 persen, kasus sedang 30-60 persen, dan kasus berat sekitar 10-15 persen. Dari kasus-kasus rujukan tersebut yang kami dapat tangani kurang lebih 12-15 persen," sebut Rita.

"Jadi kami mengimbau untuk semua rumah sakit agar merujuk kasus-kasus kepada rumah sakit rujukan sebaiknya dipilah adalah kasus yang sedang dan berat. Saat ini kami juga mempunyai Wisma Atlet yang bisa menangani kasus-kasus ringan," tambahnya.

Untuk kasus orang dalam pemantauan (ODP), RS Persahabatan menyiapkan poli tersendiri. Kasus ODP ini nantinya diseleksi untuk menentukan tahap perawatan.

"Di dalam pemeriksaan poli ODP ini tidak semua pasien dirawat. Maka kami akan seleksi mana pasien yang indikasi rawat, indikasi rawat pun dibagi menjadi indikasi rawat ringan, kasus sedang, ataupun kasus berat. Sehingga kalau kita menemukan dari poli ODP kasus ringan, maka akan merujuk ke Wisma Atlet. Bila ditemukan kasus sedang atau berat, maka ini adalah indikasi untuk dilakukan perawatan di rumah sakit," jelas Rita.

Rita menyebut pasien kasus ringan juga bisa melakukan karantina mandiri di rumah. Namun, langkah itu harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan menjalankan ketentuan khusus.

"Perlu diketahui juga untuk kasus-kasus yang ringan ini bisa berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat ini bisa dilakukan karantina rumah. Dengan karantina rumah pasti harus ada ketentuan-ketentuan yang ditaati oleh pasien itu sehingga dia tidak menyebarkan kepada keluarganya," kata Rita.

Ingat, RS Rujukan Corona Hanya Tangani Kasus Sedang dan Berat:

(zak/zak)