Indonesia Raih Juara Umum Olimpiade Sains
Senin, 12 Des 2005 17:51 WIB
Yogyakarta - Kontingen Indonesia meraih juara umum The 2nd International Junior Science Olympiad (IJSO) yang di gelar di Kota Yogyakarta. Dalam Olimpiade yang berlangsung sejak tanggal 5 - 12 Desember 2005 itu, Indonesia meraih 6 medali emas, 4 perak dan 2 perunggu. Peringkat kedua di tempati Cina Taipeh dengan lima emas dan satu perak. Peringkat ketiga, di duduki oleh kontingen Rusia dengan tiga emas dan tiga perak. Peringkat keempat di tempati Korea Selatan dengan dua emas dan tiga perak. Sedang negara lain yang juga meraih medali diantaranya Kamboja, Jerman, Kroasia, dan India masing-masing satu emas.Enam medali emas Indonesia disumbangkan oleh Yoshua Michael Maranatha, Arie Prasetyo, David Halim, Muhammad Firmansyah Kasim, Fernaldo Richtia Winnerdy dan Winson. Khusus Yoshua Maranatha, siswa SMP Stella Duce 1 Yogyakarta ini berhasil menduduki The Best Theory sekaligus meraih Absolute Winner.IJSO II yang digelar di Yogyakarta ini diikuti 206 peserta dari 35 negara itu, panitia menyediakan 23 medali emas atau 10 persen dari jumlah peserta. Untuk medali perak, panitia menyediakan dua kali lipat jumlah peserta. Demikian pula dengan medali perunggu maupun honorable mention.Selama olimpiade sains berlangsung, peserta menjalani 3 ujian antara lain tes tulis dengan komposisi 50 persen, tes theoritical dengan penilaian 30 persen dan tes eksperimen dengan 20 persen. Peserta yang berhak mendapat medali emas adalah yang memperoleh nilai standar 90 - 100 persen. Medali perak diberikan kepada peserta yang mencapai nilai total 78 - 89 persen dan medali perunggu 65 - 77 persen. Sedang honorable mention bagi peserta yanag meraih nilai 50 - 64 persen. Namun bagi peserta yang mendapat nilai dibawah 50 persen, panitia hanya akan memberikan sertifikat sebagai tanda keikutsertaan IJSO."Ini prestasi yang membanggakan bagi Indonesia karena jadi juara umum. Prestasi ini melebih dari target yang ditetapkan oleh kontingen," kata Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo seusai acara penutupan IJSO II di gedung Jogja Expo Center (JEC) di jalan Janti Yogyakarta.Menurut Bambang, jumlah medali emas yang disediakan lebih sedikit dibandingkan pada IJSO pertama. Namunsuasana kompetisi jauh lebih ketat dan berat karena pesertanya jauh lebih banyak. "Kami menghargai kerja keras para peserta. Mereka yang berhasil meraih medali akan mendapat penghargaan khusus dari pemerintahdiantaranya beasiswa hingga ke perguruan tinggi," kata Bambang.
(jon/)











































