Merasa Dicatut, BEM UMJ Tegaskan Tak Kritik Penyediaan Hotel untuk Tenaga Medis

Mochamad Zhacky - detikNews
Rabu, 08 Apr 2020 07:20 WIB
Bagaimana Metode dan Prosedur Rapid Test untuk COVID-19?
Foto: DW (SoftNews)
Jakarta -

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menegaskan bahwa mereka tak mengkritik kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait penyediaan hotel untuk para tenaga medis yang menangani pasien terkait virus Corona (COVID-19). BEM UMJ merasa namanya dicatut oleh Aliansi BEM Jakarta Bersuara.

Ketua BEM UMJ, Mujiono Koesnandar menyebut ada oknum yang mengatasnamakan sebagai perwakilan BEM UMJ. Mujiono mengatakan, saat ini BEM UMJ juga sedang menelusuri, apakah kritikan mengenai penyediaan hotel untuk tenaga medis itu memang disampaikan dalam konferensi pers yang digelar Aliansi BEM Jakarta Bersuara pada 4 April 2020.

"Ada oknum yang sudah tidak lagi mengemban jabatan apa-apa di kelembagaan mahasiswa di UMJ. Selain itu, kami juga sedang mencari kebenaran yang sesungguhnya perihal pernyataan tersebut, apakah ini (kritik penyediaan hotel untuk tenaga medis) benar-benar diucapkan oleh mereka dalam konferensi pers, atau ini dipolitisasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab," kata Mujiono saat dihubungi detikcom, Selasa (7/4/2020).

Mujiono menekankan BEM UMJ tidak terafiliasi dengan Aliansi BEM Jakarta Bersuara. Dia menjelaskan BEM UMJ hanya terafiliasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (BEM PTM).

"Nggak ada (afiliasi ke Aliansi BEM Jakarta Bersuara). Jadi, kalau di BEM UMJ itu kita masuk aliansi BEM PTM, itu khusus untuk BEM seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah," sebut Mujiono.

BEM UMJ, sebut Mujiono, belum menyatakan sikap terkait penanganan penyebaran virus Corona di Jakarta. Justru, Mujiono secara pribadi mengapresiasi kebijakan yang diterapkan Gubernur DKI Anies Baswedan, khususnya bagi para tenaga medis.

"Kalau sikap secara resmi belum ada. Tapi kalau kita melihat kaya kemarin sikap Aliansi itu kan bicara sikap pemberian hotel itu kan terlalu berlebihan ya, itu kan salah juga. Pemberian hotel ini agar para tenaga medis bisa mendapatkan tempat istirahat yang layak karena berjibaku merawat pasien COVID-19 yang semakin banyak," tutur Mujiono.

"Kalau sikap kita melihat penanganan Pemprov DKI ini, saya bilang itu cepat dan tepat, tanggap kalau soal urusan bagaimana memberikan pelayanan kepada pasien dan juga kepada tenaga medis, dan kemudian hari ini masih terus berjuang melawan virus Corona, sebagai benteng terakhir lah," imbuhnya.

Wisma Puspitek di Tangsel Disulap Untuk Tempat Tenaga Medis Covid-19:

(zak/zak)