Kiai PKB Kubu Anam Dukung Islah
Senin, 12 Des 2005 17:49 WIB
Jakarta - Islah. Itulah jalan damai yang harus ditempuh untuk memperbaiki sistem pengelolan partai dan pertikaian antarpribadi di tubuh PKB.Demikian tausyiah kiai yang dibacakan Ketua Dewan Syuro PKB KH Abdurrohman Chudlori dalam acara syukuran kantor baru DPP PKB Choirul Anam alias Cak Anam di Jalan Kramat VI No. 20, Jakarta Pusat, Senin (12/12/2005). Tausyiah yang berisi 5 poin ini diteken 12 kiai."Untuk menjamin perbaikan bagi PKB, islah merupakan keniscayaan yang harus ditempuh untuk memperbaiki sistem pengelolaan partai, agar sesuai dengan khittah sebagai partai yang didirikan ulama NU," kata Chudlori.Menurut dia, islah juga untuk memperbaiki hubungan antarpribadi yang terkait pertikaian dan konflik harus dilakukan dengan kesadaran dan kejujuran, tanpa dendam dan salah paham.Chudlori menyatakan, keputusan MA merupakan keputusan pengadilan yang mempunyai hukum tetap dan final, maka harus menjadi pijakan untuk memperbaiki struktur PKB."Dengan putusan MA, pemerintah harus bertindak tegas, dalam hal ini Depkum dan HAM, yang seharusnya tidak menunda proses administratif pendaftaran dan pengesahan bagi DPP PKB hasil muktamar kedua di Surabaya. Mengulur masalah ini sama halnya menyimpan bom waktu yang menjadi preseden buruk bagi terwujudnya good governance," ujarnya.Dijelaskan dia, supremasi hukum merupakan pilar utama bagi terciptanya penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis dan berkeadilan. Setiap upaya dan proses yang menjamin ke arah itu harus mendapat dukungan penuh dari komponen bangsa. Menkum dan HAM memiliki tanggung jawab penuh untuk mengembalikan hak politik DPP PKB, terlebih setelah keluarnya putusan MA pada 15 November lalu.
(aan/)











































