Round-Up

Ini Anjuran Pemerintah dan IDI soal Pasien Non COVID-19 Bisa Tulari Dokter

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 08 Apr 2020 06:29 WIB
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Foto: Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)

IDI: Kurangi Jam Praktik

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menerbitkan imbauan kepada seluruh dokter untuk mengurangi jam praktik tatap muka langsung dengan pasien. Hal itu menyikapi banyaknya tenaga medis yang gugur dan terinfeksi virus Corona.

Berdasarkan imbauan yang diterima dari Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih, Senin (6/4/2020), imbauan itu tertuang dalam surat bernomor 02870/PB/A.3/04/2020 yang ditandatangani langsung Daeng Faqih. Surat itu tertanggal 2 April 2020.

"Mengurangi jam praktik tatap muka langsung dengan pasien kecuali kasus gawat darurat atau yang segera memerlukan penanganan.Merekomendasikan pemanfaatan konsultasi dengan pasien melalui platform telemedicine," demikian bunyi salah satu poin imbauan tersebut.

Selain itu, IDI mengimbau para dokter yang bertatap muka dengan pasien tetap menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai ketentuan. IDI menekankan para dokter mematuhi SOP pemakaian APD untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Berikut isi lengkap imbauan IDI untuk para dokter di masa pandemi COVID-19:

Sehubungan semakin banyaknya petugas kesehatan yang terinfeksi COVID-19 dan bertambahnya petugas kesehatan yang meninggal karena terkena pandemi COVID-19, maka diimbau kepada seluruh dokter:

1. Selalu menjaga kebersihan dan kesehatan.

2. Mengurangi jam praktik tatap muka langsung dengan pasien kecuali kasus gawat darurat atau yang segera memerlukan penanganan. Merekomendasikan pemanfaatan konsultasi dengan pasien melalui platform telemedicine.

3. Setiap menghadapi/bertatap muka dengan pasien dalam praktik tetap memakai APD sesuai dengan SOP pemakaian APD dalam petunjuk pencegahan penularan COVID-19 untuk petugas kesehatan.

4. Bagi dokter dan atau relawan dokter yang bekerja khusus menangani dan merawat pasien COVID-19 maka harus memenuhi syarat sebagai berikut:
a. Kondisi badan secara umum sehat.
b. Terlebih dahulu mengikuti pelatihan penanganan COVID-19.
c. Mematuhi SOP pemakaian APD sesuai dengan petunjuk pencegahan penularan COVID-19 untuk petugas kesehatan.

Halaman

(aan/dhn)