Round-Up

Ini Anjuran Pemerintah dan IDI soal Pasien Non COVID-19 Bisa Tulari Dokter

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 08 Apr 2020 06:29 WIB
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Foto: Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Jakarta -

Virus Corona baru (COVID-19) bisa menjangkiti siapa pun, termasuk tim medis yang tidak menangani pasien Corona. Pemerintah dan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) meminta semua pihak untuk berhati-hati.

Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo awalnya mengungkapkan agar pendistribusian alat pelindung diri (APD) diprioritaskan untuk semua dokter, baik yang menangani kasus virus Corona maupun yang bukan. Sebab, kata Doni, dokter gigi hingga dokter THT pun bisa tertular virus Corona dari pasien.

"Kami mengajak kawan-kawan media untuk bisa membantu mengontrol dan mengawasi proses pendistribusian APD ke seluruh rumah sakit, termasuk rumah-rumah sakit yang selama ini tidak melakukan kegiatan terhadap COVID-19, tapi ternyata dokter-dokternya ada yang terpapar sampai meninggal dunia. Termasuk para dokter gigi dan dokter-dokter, seperti THT," ujar Doni dalam pernyataannya seusai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, pada Senin 6 April 2020.

"Pengadaan APD menjadi sangat prioritas, bukan hanya kepada para dokter yang berada di garis depan yang melayani pasien COVID-19, tapi juga semua dokter. Karena ternyata pasien dan diperiksa bukan COVID-19 pun bisa jadi sebagai carrier, sebagai pembawa virus, walaupun sudah berapa kali diperingatkan oleh IDI untuk waspada," ujar Doni.

Data per Senin 6 April 2020, tercatat 19 dokter yang gugur di tengah pandemi Corona, termasuk konselor seks serta psikiater dr Naek L Tobing. Kemudian 6 dokter lainnya adalah dokter gigi.

Menanggapi hal itu, pemerintah dan IDI angkat bicara.

Berikut anjuran pemerintah dan IDI soal dokter non COVID-19 tertular virus Corona dari pasiennya:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3