Soal Kritikan Hotel untuk Tenaga Medis, BEM Trilogi: Nama Kami Dicatut!

Mochamad Zhacky - detikNews
Rabu, 08 Apr 2020 06:14 WIB
closeup of a caucasian doctor man holding a world globe with a protective mask with the word coronavirus written in it
Ilustrasi virus Corona (Foto: iStock)
Jakarta -

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trilogi merasa dicatut namanya oleh Aliansi BEM Jakarta Bersuara. Presiden Mahasiswa BEM Universitas Trilogi 2020, Buana Bakti Alfatah menegaskan bahwa pihaknya belum menyatakan sikap mengenai penanganan penyebaran virus Corona (COVID-19) yang dilakukan Pemprov DKI, apalagi mengkritik penyediaan hotel untuk tenaga medis.

Buana menjelaskan, pihak yang hadir dalam konferensi pers Aliansi BEM Jakarta Bersuara pada 4 April 2020 merupakan mantan Presiden Mahasiswa BEM Universitas Trilogi. Dia menyebut kehadiran mantan Presiden BEM Trilogi itu merupakan atas nama pribadi.

"Pertama, memang betul itu bukan... demisioner jatuhnya, mantan Ketua BEM tahun 2018 yang hadir di situ. Memang beliau menyampaikan undangan itu kepada saya. Undangannya kan dalam bentuk via telepon seperti ini, nggak ada undangan dalam bentuk resmi. Kemudian saya tanya, 'konpersnya seperti apa?' Diberikan lah narasi kajiannya. Saya nggak ikut terlibat dalam mekanisme pembuatannya, kemudian dari mana asal usul kajiannya saya nggak tahu," kata Buana saat dihubungi detikcom, Selasa (7/4/2020).

"Jadi memang undangan ini tidak mencantumkan atas nama BEM Trilogi sendiri. Terus yang bersangkutan bilang, 'yang memang murni atas nama pribadi, bukan bawa nama BEM Trilogi'. Saya sudah ingatkan, silakan datang, silakan sampaikan suara karena itu hak siapapun. Tapi jangan menggunakan institusi lembaga BEM Trilogi," imbuhnya.

Menurut Buana, dalam kajian yang disampaikan mantan Presiden Mahsiswa BEM Universitas Trilogi tidak ada perihal penyediaan hotel untuk para tenaga medis di Jakarta yang menangani pasien terkait virus Corona. Bahkan, kata Buana, mantan Presiden Mahsiswa BEM Universitas Trilogi menyebut tidak ada pihak yang menyinggung fasilitas hotel dalam konferensi pers 4 April lalu.

"(Dalam kajian) nggak ada (soal penyediaan hotel untuk tenaga medis), mencatut terkait ke situ. Saya kan tanya ke yang bersangkutan, 'Bang ini bagaimana kok ada fasilitas hotel?'. Dia pun menanyakan ke orang-orang yang ada di tempat itu, yang ikut konpers itu, tidak ada yang menyebutkan fasilitas hotel, kata dia," terang Buana.

Buana menegaskan bahwa BEM Universitas Trilogi masih melakukan pengkajian terhadap penanganan penyebaran virus Corona di Jakarta. Dia juga menekankan BEM Universitas Trilogi tidak berafiliasi dengan Aliansi BEM Jakarta Bersuara.

"Nah kalau untuk sikap kita terkait dalam Pak Anies sendiri, balik lagi, kita masih melakukan pengkajian. Nggak bisa kita, atau saya atas nama pribadi mengkritik seperti ini," jelasnya.

"BEM Trilogi nggak berafiliasi dengan Aliansi BEM Jakarta itu. Itu hanya kaya forum komunikasi aja. Kita nggak tahu menahu siapa ketua dari Aliansi BEM tersebut, siapa pimpinannya. Afiliasi BEM Trilogi hanya dengan BEM SI untuk di wilayah Jabodetabek dan Banten, itu aja, nggak ada afiliasi lain," imbuhnya.

(zak/zak)