Cegah Penularan, PDP Corona Meninggal di Kutai Kartanegara Dikubur Malam Hari

Suriyatman - detikNews
Rabu, 08 Apr 2020 00:34 WIB
Tim medis menurunkan pasien positif terjangkit COVID-19 dari pesawat Hercules C-130 untuk dimasukkan kedalam mobil ambulas, saat simulasi pemindahan pasien COVID-19 di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (26/3/2020). Simulasi tersebut untuk melihat kesiapan personel medis dalam menangani proses pemindahan pasien khusus Corona (COVID-19) dari  pesawat untuk dibawa ke RS Khusus Corona di Pulau Galang, Batam. ANTARA FOTO/M N Kanwa/ama.
Ilustrasi (Foto: ANTARA FOTO/M N Kanwa)
Kutai Kartanegara -

Seorang perempuan di Kutai Kartanegara meninggal dunia Selasa sore setelah menjalani perawatan di Ruang Isolasi Rumah Sakit Parikesit Tenggarong Kutai Kartanegara. Jenazah kemudian dikubur pada malam harinya untuk mencegah penularan Corona.

Kepala Dinas kesehatan Kutai Kartanegara Martina Yulianti mengatakan bahwa Perempuan 39 tahun ini masuk rumah sakit pada Minggu (5/4) dalam keadaan tidak sadarkan diri, dan memiliki riwayat penyakit hepatitis B.

"Sebagai antisipasi, kita menangani dengan protokol COVID-19, sehingga kami makamkan malam ini, di pemakaman yang jauh dari permukiman warga," tutup Martina

Berdasarkan hasil pemeriksaan cepat menggunakan rapid test pasien dinyatakan positif terinfeksi COVID-19. Namun Dinkes masing menunggu pemeriksaan swab.

"Di rapid test hasilnya positif, kemudian langsung diambil swab dikirim ke provinsi. Artinya kita belum bisa menyebutkan pasien ini positif (corona) sampai ada hasil swab," kata Martina.

Martina mengatakan pihaknya masih melacak riwayat perjalanan pasien. Serta memastikan siapa saja yang melakukan kontak dengan pasien.

"Kita masih melakukan pemeriksaan terkait riwayat perjalanan yang bersangkutan, apakah memang pasien baru saja datang dari daerah yang tingkat penularan lokalnya besar," kata Martina.

"kita tidak tahu orang ini berinteraksi dengan siapa yang pasti kita harus cari aman jangan sampai kita salah dalam menangani," jelas

Martina menyebut meski berdasarkan hasil rapid test dinyatakan positif, namun pihaknya belum bisa memastikan apakah yang bersangkutan benar-benar positif terinfeksi coronavirus disease (COVID-19).

Untuk memastikan apakah yang bersangkutan positif atau tidak maka pihaknya masih menunggu hasil laboratorium pemeriksaan swab oleh Litbangkes Kemenkes RI yang baru akan dikirimkan besok Rabu (8/4) pagi.

(lir/lir)