Pesanan Pangan Online Membeludak, Abang Ojol Merasa Terbantu

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Selasa, 07 Apr 2020 20:46 WIB
Pasar Mitra Tani Kementan
Foto: Pasar Mitra Tani Kementan
Jakarta -

Kementerian Pertanian menggandeng Gojek untuk menyediakan jasa distribusi pangan bagi masyarakat yang membutuhkan bahan pangan dari Pasar Mitra Tani dan Toko Mitra Tani Indonesia. Hal ini pun dinilai membantu meningkatkan pendapatan ojol.

Salah satunya Muhammad Gufron, driver Gojek ini mengatakan pemesanan bahan pangan melalui aplikasi Gojek sangat membantunya. Terutama dalam mendapatkan pelanggan di tengah wabah COVID-19 ini.

"Kalau perlu tahu saya dari pagi dapat pelanggan susah, paling banyak satu atau dua. Tapi setelah jam buka TTI saya bisa memaksimalkan mendapat pelanggan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4/2020).

Hal senada juga diungkapkan Ardi, driver Gojek lainnya yang ditemui seusai membeli kebutuhan pangan pokok untuk pelanggan di TTIC Pasar Minggu.

"Alhamdulillah tertolong dengan adanya Go Shop ini, karena pelanggan yang memesan Gojek memang sangat turun," kata Ardi.

Selain driver Gojek, Pasar Mitra Tani/TTIC Kementan juga menerima langsung masyarakat yang ingin berbelanja bahan pangan. Namun dengan adanya pandemi Corona, interaksi dibatasi dan terus diupayakan menjaga jarak.

Salah satu pengunjung Suherman misalnya, ia mengungkapkan pelayanan TTIC di tengah merebaknya virus Corona ini sudah cukup bagus dengan berusaha menerapkan physical distancing.

Seperti diketahui sebelumnya, Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi disaksikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo telah menandatangani nota kesepahaman dengan Gojek dalam distribusi pangan.

Dalam nota kesepahaman yang ditandatangani Jumat (3/4/2020) lalu, Kementan menanggung biaya distribusi bahan pangan yang dipesan di Pasar Mitra Tani/TTI melalui Gojek.

"Kami yang akan membayar, sistemnya tentu pihak Gojek sudah ada, dan ini tidak mempengaruhi harga pangan yang dibeli. Jadi tentu pengendara Gojek nya juga mendapat bayaran dan masyarakat diringankan dengan tidak dibebankan biaya antar," ucap Agung.

"Di satu sisi Gojek mendapat penghasilan karena mendapat pelanggan, di sisi lain masyarakat mendapat bahan pangan tanpa keluar rumah karena ada imbauan di rumah saja," pungkasnya.

(mul/ega)