Round-Up

Argumen Saddil Ramdani Hajar Pemabuk demi Ibunda

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 07 Apr 2020 08:50 WIB
Pesepak bola Indonesia Saddil Ramdani (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Chinese Taipei pada pertandingan Grup A Asian Games ke-18 di Stadion Patriot, Bekasi Minggu (12/8). INASGOC/Ary Kristianto/sup
Saddil Ramdani. (Ary Kristianto/INASGOC)
Kendari -

Pesepakbola Saddil Ramdani jadi tersangka kasus penganiayaan dan dikenai wajib lapor. Saddil mengaku membela ibunya dalam peristiwa itu.

"Jadi cerita awalnya itu mereka korban (Irwan) dan rekan-rekannya minum di belakang rumah. Lagi keadaan mabuk, mereka selalu menyanyikan lagu kematian yang menyinggung mama saya," kata Saddil kepada detikcom, Senin (6/4/2020).

Ibu Saddil sempat mencoba menegur aksi korban dengan melarang minum di belakang rumah, tapi tak dihiraukan. Malah, lanjutnya, korban bersama temannya merespons dengan nada menantang.

"Mereka melawan, katanya, 'Apa urusannya kalian kami mabuk di sini. Ini hak kami. Apa urusan denganmu, Orang Tua'. Nah, mama saya digituin," katanya.

Setelah kejadian tersebut, ibu Saddil tidak lagi menggubris korban. Tapi, setelah satu minggu, korban kembali datang untuk nongkrong dan meminta uang kepada Ibu Saddil. Awalnya dikasih, tapi karena keseringan, akhirnya ibu Saddil menolak memberi uang.

"Lama-kelamaan mereka setiap minggu meminta. Mama saya sudah tidak mau kasih. Alasannya, mereka mabuk dan bikin rusuh di belakang rumah," ujar Saddil.

Ibu Saddil juga sempat memberikan teguran kembali kepada korban dan rekan-rekannya. Tapi salah satu rekan korban malah memaki dengan bahasa kasar.

"Akhirnya mama saya pergilah. Tiba-tiba salah satu rekan minumnya mengamuk, memaki-maki mama saya dengan bahasa yang tidak layak, seperti anj*** b*** orang tua an****," katanya.

"Saya mencari mereka itu karena mereka selalu mabuk bersama Sabar dan teman-teman mereka. Selalu mencari kesalahan saya punya mama," sambungnya.

Terlepas dari itu semua, Saddil berjanji tetap bertanggung jawab atas tindakannya. Ia pun tidak peduli dengan nama besarnya saat ini.

"Saya sudah berbuat, biar saya tanggung jawab. Biar mereka tidak ganggu lagi saya punya mama. Nama besarku dan ketenaranku tidak penting, bahkan sangat tidak ada gunanya ketimbang harga diri keluarga dan mamaku sendiri," ungkapnya.

Polres Kendari sebelumnya menetapkan Saddil Ramdani sebagai tersangka atas kasus dugaan pengeroyokan. Polisi tidak menahan Saddil, tapi hanya dikenai wajib lapor.

"Selama ini Saddil kami wajibkan lapor, sebagai tersangka. Kalau masalah penahanan, itu kewenangan penyidiknya. Yang jelas, tiap kali dipanggil, harus datang," kata Kasat Reskrim Polres Kendari AKP Muhammad Sofwan, Sabtu (4/4/2020).

(idh/idh)